Kamis, 4 Juni 2026

Puluhan Pengajar TPQ Dilatih Produksi Coklat

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Senin, 16 Juli 2018 | 22:52 WIB
Pelatihan kewirausahaan TPQ
Pelatihan kewirausahaan TPQ

KanalBekasi.com - Puluhan ibu -ibu guru TPQ (Tempat Pendidikan Qur'an) mendapat pelatihan kewirausahaan memproduksi coklat. Pelatihan kewirausahaan yang dihelat di Ruang Muzdalifah, Islamic Centre tersebut, terselenggara atas kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan Yayasan Cahya Rabbani Perwira (YCRP).

Ketua (YCRP), Rizki Topananda, mengatakan, pelatihan kewirausahaan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Senin-Kamis, 9-12 Juli 2018.

Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat ini menjelaskan, kegiatan ini berfungsi sebagai bekal softskill agar masyarakat dapat berdaya secara ekonomi, sehingga tidak bergantung orang lain.

Rizki menjelaskan, pelatihan diikuti 50 peserta dari kalangan ibu-ibu, perwakilan dari pengajar Taman Pendidikan Qur'an se-Kota Bekasi tersebut, merupakan bentuk komitmen Kemenaker dalam membekali softskill kepada masyarakat.

"Diharapkan, peserta guru TPQ ini, selain sibuk mengajar, namun juga dapat berdaya secara ekonomi, tanpa bergantung pada suami atau hasil mengajar," kata Rizki disela-sela pelatihan.

Terkait produksi coklat milik pengusaha UMKM Ayu Kristiani dari Pondokgede Bekasi yang dipilih untuk memberikan materi pelatihan, Rizki beralasan, memproduksi coklat tidak sulit, simpel dan mudah diikuti. Selain itu, kata dia, Ayu juga dinilai sudah berpengalaman dalam memberikan materi berbagi ilmu dan pengalaman produksinya.
"Karena sudah berpengalaman, Cokelat Ayu ini nanti akan berbagi ilmu dengan kita. Jadi, sangat disayangkan jika kita sudah difasilitasi oleh Kemenaker, tapi tidak serius menyerap ilmunya," jelasnya.

Sementara Ayu Kristiani kepada Metro Bekasi menuturkan, berbagi ilmu menjadi kebahagian tersendiri bagi pengusaha UMKM coklat ini untuk  membagi ilmunya tentang bagaimana memproduksi coklat.

“Alhamdulillah, saya bisa membagi ilmu saya kepada peserta pelatihan kewirausahaan ini, agar bila ada yang tertarik bisa memulai usaha memproduksi coklat,” tutur Ayu.

Ayu menjelaskan, membuat coklat sangat sederhana, tidak rumit dan tidak terlalu memerlukan modal besar.

“Tapi seperti kita ketahui, coklat ini digemari hamper disegala usia, mulai dari anak-anak,
remaja, dewasa, bahkan banyak orangtua yang masih gemar makan coklat,” jelasnya.

Produksi coklatnya yang bemerk My Beauty, Ayu mengatakan, dibuat dengan bentuk yang
sederhana, dan tidak mengikuti karakter-karakter kartun seperti coklat-coklat di zaman modern ini.
“Sekarang kan banyak bentuk coklat berkarakter dengan segala model yang aneh-aneh. Tapi kalau coklat saya bentuknya ya begitu-begitu saja, paling-paling bentuk bunga mawar, tulip, model  bar dan bunga matahari, nggak aneh-aneh lah,” ungkapnya.

Namun kalau soal bahan, diakuinya ia tidak sembarangan menggunakan bahan baku produk coklatnya.

“Karena saya mengutamakna kualitas rasa, jadi bahannya tidak sembarangan asal
murah saja,” ujar Ayu.

Sementara pada pelatihan diikuti puluhan ibu-ibu tersebut, Ayu mengajarkan mulai dari bagaimana membuat coklat, membentuk dengan cetakan sampai pada kemasannya.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Akses Mendapatkan Kredit Bagi UMKM Akan Dipermudah

Senin, 16 September 2024 | 08:57 WIB

Mata Uang Crypto Kian Melemah, Investor Terancam

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:29 WIB

Pemerintah Turunkan Tarif PPH Final Jasa Konstruksi

Jumat, 25 Februari 2022 | 17:59 WIB

Pertamina Umumkan Kenaikan Sejumlah Jenis BBM

Sabtu, 12 Februari 2022 | 23:16 WIB

Booth UMKM Meriahkan Sosialisasi UU HPP Medan

Sabtu, 5 Februari 2022 | 22:27 WIB
X