KanalBekasi.com -Damai Putra Group Kota Harapan indah menggandeng Wall'S menggelar Festival Ice Cream di Bunderan Tarian Langit Kota Harapan Indah, Kota Bekasi, Sabtu (28/7)
Marketing communications Head Damai Putra Group Kota Harapan Indah Kota Bekasi Wredy Septiady, mengatakan, dihelatnya kegiatan ini, atas dasar Damai Putra Group sebagai pengembang Kota Harapan indah melihat penggemar es krim sangat banyak, tidak hanya anak anak, namun dewasa dan orangtua pun suka dengan es krim.
"Karena itu kita hanya memfasilitasi pihak Walls agar menggelar festival ice cream di kawasan Kota Harapan Indah ini," tutur Wreddy kepada KanalBekasi.com, Minggu (28/7).
Even ini, lanjut dia, baru pertama. Namun animo masyarakat mengikuti lumayan banyak.
"Jadi tadi baru pukul 10.00 sudah banyak yang datang ke sini, dan biasanya ketika siang dan sore ini justru makin banyak yang datang kesini," ucapnya.
Ia menjelaskan, untuk stand booth ice cream sendiri panitia menyediakan 20 macam varian rasa.
"Mulai dari waffle ice cream dan yang paling kekinian ice campur dan pake ice cream, dan ada brownies ice cream," jelasnya.
Dari sekian banyak dari 20 varian rasa Ice Cream yang ditawarkan, lanjut Wreddy, 10 diantaranya ialah Burger Ice Cream, crispy banana ice cream, es campur kekinian, jasuke ice cream, ice cream cookies, choux ice cream, rujak ice cream, fruit salad, donat ice cream, chocoreo.
Acara yang selenggarakan dua hari dari Sabtu sampai Minggu ini menurut Wreddy, menarik animo masyarakat.
"Kalau dilihat dari animo nya rame terus yang datang banyak, insyaallah akan menjadi agenda tahunan nantinya," harapnya.
Ia menjelaskan untuk target sendiri, nantinya akan dilihat dari beberapa pembelian kupon yang sudah ditetapkan digerai toko toko yang sudah ditetapkan pihak Damai Putra Group. Sudah ada sekitar 3.500 orang yang sudah beli kupon.
Wreddy menambahkan, pihaknya juga selalu meingatkan pengunjung agar jangan terlalu banyak makan es krim.
"Kita juga ada berikan informasi kepada pengunjung tentang kalori yang terkandung dalam es krim, sehingga tidak over, selain itu kita juga siapkan pihak medis sebagai langkah antisipasi," tutupnya (den)
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.