ekonomi-bisnis

Punya Saham 51 Persen, Ini kandungan Mineral di Freeport

Jumat, 13 Juli 2018 | 08:54 WIB
Indonesia melalui Holding BUMN PT Inalum telah memiliki saham di Freeport sebanyak 51 persen

KanalBekasi.com - Proses divestasi saham antara Holding BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium dan PT freeport Indonesia telah tercapai. PT Inalum telah meningkatkan kepemilikan saham menjadi 51 persen.

Menanggapi hal tersebut Jokowi menyampaikan apresiasi luar biasa. Menurutnya proses negosiasi sangat panjang selama 3,5 tahun terakhir.

“Alhamdulillah,” kata Jokowi kepada wartawan usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 Tahun 2018 dan Sosialisasi Pajak Penghasilan (PPh) Final Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 0,5%, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis, (12/7) pagi.

Jokowi menjelaskan, sudah 3,5 tahun ini pemerintah merundingkan kepemilikan saham PT Freeport Indonesia, yang dalam waktu hampir 50 tahun terakhir kepemilikan Indonesia hanya 9,36 persen.

“Jangan dipikir ini mudah, sangat alot sekali dan begitu sangat intens, terutama dalam 1,5 tahun terakhir. Karena ini menyangkut sebuah negosiasi yang tidak mudah,” tambahnya.

Presiden menilai, keberhasilan melakukan negosiasi untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia menjadi 51 persen merupakan sebuah lompatan. Diharapkan, nanti Indonesia akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar, baik dari pajak, royalti, dividen, dan retribusi, sehingga nilai tambah dari komunitas tambang yang ada di sana itu betul-betul bisa dinikmati oleh semuanya.

“Kepentingan nasional tetap harus dinomorsatukan, termasuk untuk masyarakat asli Papua teknis pembagiannya bisa ditanyakan kepada menteri terkait,” tegasnya.

Kandungan Freeport

Diwaktu yang berbeda, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum Budi Gunadi Sadikin memaparkan cadangan mineral dan batu bara yang berada di bawah holding BUMN tambang tersebut

Berdasarkan paparan Budi, total cadangan pasti yang ada di tambang milik Inalum mencapai US$ 469,7 miliar atau setara Rp 6.528,83 triliun (asumsi US$1 = Rp 13.900). "Untuk cadangan emas ada 1.187 ton, sementara tembaga 19,4 juta ton," jelasnya.(sgr)

 

Terkini

Akses Mendapatkan Kredit Bagi UMKM Akan Dipermudah

Senin, 16 September 2024 | 08:57 WIB

Mata Uang Crypto Kian Melemah, Investor Terancam

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:29 WIB

Pemerintah Turunkan Tarif PPH Final Jasa Konstruksi

Jumat, 25 Februari 2022 | 17:59 WIB

Pertamina Umumkan Kenaikan Sejumlah Jenis BBM

Sabtu, 12 Februari 2022 | 23:16 WIB

Booth UMKM Meriahkan Sosialisasi UU HPP Medan

Sabtu, 5 Februari 2022 | 22:27 WIB