KanalBekasi.com - Oknum Guru Tenaga Kontrak (GTK), SDN. KJ 15, BN mendesak agar muridnya yang diduduk dibangku kelas 2, segera mencari sekolah lain dalam waktu sebulan. Desakan BN disampaikan langsung kepada wali murid IM.
BN mengungkapkan, bahwa kelakuan IM dikhawatikan mempengaruhi murid lainnya di kelas, karena kelakuan IM, merokok diluar sekolah dianggap sudah diluar batas. Foto IM tengah menghisap rokok diterimanya melalui pesan singkat What Apps group orangtua murid kelas 2.
“Saya dikirim foto dari What Apps group dari salah satu orang tua murid, ketika IM sedang menghisap rokok. Kemudian, saya berinisiatif melaporkan kelakuan IM kepada neneknya IM, karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi kepada murid lainnya,” ungkap BN di ruang kepala sekolah, Senin (23/7).
BN membenarkan pernyataannya yang mendesak IM mencari sekolah lain selama sebulan ini, kepada nenek IM beberapa waktu lalu dirumahnya. Sebab, prilaku IM diluar batas anak seumurannya. Selain itu, menurut BN, dalam proses belajar IM dinilai lambat menyerap pelajaran yang disampaikan didalam kelas, bahkan, IM cenderung suka mengganggu teman-teman di kelasnya.
“Memang kalau IM, suka mengganggu temannnya yang lain di kelas. Kalau dari segi akademik, IM juga lambat menerima pelajaran sampai akhirnya IM diputuskkan untuk tidak naik kelas tiga,” ujarnya.
Mendengar laporan guru kelasnya karena kelakuan IM, nenek IM sempat jatuh sakit. Sebab, sang guru mendesak supaya IM bisa ditempatkan di sekolah dasar lain dalam tempo satu bulan kedepan.
“Saya sempat sakit dan gula saya naik, waktu gurunya datang ke rumah untuk mendesak mencari sekolah lain. Kondisi fisik saya tidak normal, dan berjalan pun harus mengandalkan tongkat. Terus, kemana saya harus mencari sekolah lain untuk cucu saya,” ungkap nenek dengan wajah sedih.
Sebelumnya, nenek IM membantah bahwa foto yang disampaikan guru kelasnya itu adalah IM.
IM dan NT merupakan anak kembar. Kedua wajah mereka sulit dibedakan. Namun, si nenek mengenal ciri atas kedua cucunya yang kembar tersebut.
“Cucu saya memang kembar, IM dan NT. Foto yang ditunjukkan gurunya itu bukan IM murid SDN KJ 15. Itu adalah foto kembarannya NT murid SDN KJ 1. Tapi, gurunya tetap ngotot dan mendesak agar saya mencari sekolah lain buat cucu saya. Saya juga sempat bertanya kepada cucu saya alasan NT merokok itu karena disuruh oleh seseorang,” sesalnya.
Diketahui bahwa, kedua orangtua IM dan NT ditambahkan dia, telah lama berpisah. Kedua anak kembar ini, diasuh oleh neneknya. Si nenek kini mengalami sakit diabetes.
Menanggapi hal itu, Komisioner KPAID Kota Bekasi , Sopar Makmur menyesalkan sikap oknum guru tersebut.
Menurut dia pernyataan yang disampaikan wali murid itu merupakan bentuk ancaman terhadap kelangsungan anak untuk memperoleh pendidikan.
Ironisnya, seorang guru berstatus GTK dapat memutuskan untuk mengeluarkan murid, tanpa melalui proses musyawarah pihak dewan guru.
“Saya sangat menyesalkan pernyataan yang dilontarkan oknum guru berstatus GTK tersebut. Bagaimana bisa lembaga pendidikan milik pemerintah mengeluarkan anak didiknya, apa dasarnya?,” kata Sopar dengan nada tinggi.
Guru merupakan profesi yang sangat mulia. Karena itu, menurut Sopar, guru akan melahirkan banyak anak bangsa.
“Tugas pendidik itu adalah memproduk anak bangsa. Karena itu, pendidik mengajarkan muridnya dari yang kurang baik menjadi baik melalui ke ilmuan dan nurani yang dimiliki oleh seorang pendidik,” ujarnya.
Sopar berharap pihak sekolah tidak melakukan diskriminasi terhadap anak didiknya, terlebih anak tersebut dari keluarga kurang mampu. Jika masih ada pihak sekolah melanggar, maka KPAID Kota Bekasi, akan turun langsung.
“Saya sangat mengutuk keras ketika ada pihak sekolah melakukan diskriminasi kepada anak,. Kalau ditemukan prilaku anak didiknya kurang baik, maka itu adalah tugas seorang pendidik untuk menjadikan prilaku muridnya menjadi lebih baik lagi. Begitu juga bagi keluarga dan masyarakat memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama,” demikian Sopar.(sgr)