KanalBekasi.com- Kepala Cabang Dinas (KCD) Provinsi Jawa Barat Regional 3, Heri Pansila, menegaskan akan menindak tegas sekolah di tingkat SMA-SMK atau sederajat yang melakukan pungutan biaya untuk meminjam sarana prasarana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Bahkan dirinya meminta kepada pihak sekolah di tingkat SMP agar melaporkan bila dimintai pungutan bayaran tersebut.
Saat dikonfirmasi, Heri Pansila, menegaskan pihaknya sangat mendukung sekali sinergitas antar elemen pendidikan terutama di tingkat SMP, SMA dan SMK khususnya di lingkup Jawa Barat.
"Saya sangat mendukung sekali adanya sinergitas antar elemen pendidikan, tapi jika ada SMP yang meminjam sarana UNBK dipungut bayaran oleh SMA-SMK di Jawa Barat, laporkan," tegasnya, Senin (18/2).
Baca Juga: Sistem Zonasi SMA/SMK Banyak Masalah, Kemendikbud Diminta Cari Solusi
Sambung dia, jika ada SMP di Kota Bekasi yang akan menggunakan sarana dan prasarana SMA-SMK atau menumpang dalam pelaksanaan UNBK, untuk menempuh mekanisme yang ada dalam proses peminjamannya.
Mekanisme peminjamanan sarpras tersebut, melalui pengajuan surat yang diketahui oleh Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten setempat, dan ditembuskan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
"Silakan menempuh dan menggunakan mekanisme yang ada karena ada aturannya," terangnya.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas, Kurikulum SMK akan Dirombak
Hanya saja, ia mengingatkan untuk penggunaan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan UNBK tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun namun ada persyaratan atau aturan yang harus ditaati.
"Ini yang perlu diingat, tidak dipungut biaya sepeser pun, jika pihak sekolah (SMP) dipungut bayaran, silakan laporkan ke saya, akan saya tindak SMA-SMK yang memijamkannya," katanya menegaskan.
Dirinya mengaku tidak main-main dalam hal ini. Menurutnya, apa yang dilakukannya hanya untuk membangun sinergitas dan suasana yang kondusif, baik dalam dunia pendidikan antara SMP, SMA maupun SMK yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten serta Kota yang ada.
"Kami ingin meningkatkan sinergitas antar elemen pendidikan yang ada, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik," tandasnya.(gir)