Kamis, 4 Juni 2026

Murid SDN Malaka Jaya 05 Dilatih Antisipasi Gempa dan Pertolongan Pertama

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Selasa, 6 Agustus 2019 | 20:48 WIB
Murid SDN Malaka Jaya 05 Jakata Timur menggelar kegiatan pelatihan antisipasi gempa dan pertolongan pertama
Murid SDN Malaka Jaya 05 Jakata Timur menggelar kegiatan pelatihan antisipasi gempa dan pertolongan pertama

KanalBekasi.com – Kegiatan Ekstrakurikuler (Ekskul) Palang Merah Remaja (PMR) SDN Malaka Jaya 05 Jakarta Timur, menggelar pelatihan pertolongan pertama dan antisipasi bencana khusus gempa. Upaya ini dilakukan untuk melatih sejumlah murid SD yang tergabung dalam ekskul PMR tersebut, dapat memberikan pertolongan terhadap teman sebayanya jika terjadi bencana sewaktu-waktu.

Salah seorang staff PMR dan Relawan Jakarta Timur, Suheri mengatakan, kegiatan pertolongan pertama dan pemahaman bencana perlu diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia dini. Karena itu, jika terjadi bencana alam diharapkan anak-anak dapat menyelamatkan diri bahkan memberikan pertolongan pertama apabila mengalami luka.

“Minimal murid-murid SD ini paham, apa yang harus mereka lakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” jelas Suheri, saat acara Sosialisasi dan Edukasi Anak Siaga Hansaplast di SDN Malaka Jaya 05, Jakarta Timur, Senin (5/8).

Baca Juga: BPBD ke Bappeda: Pembangunan Harus Perhatikan Aspek Resiko Bencana

-
Sejumlah murid SDN Malaka Jaya 05 Jakarta Timur, yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR, memberikan pelatihan antisipasi gempa dan pertolongan pertama kepada teman-teman sebayanya

Pelatihan pertolangan pertama ini dilakukan secara langsung dari siswa untuk siswa sehingga murid-murid sekolah dasar bisa lebih dekat dan lebih peka terhadap meteri pertolongan pertama dan pemahaman terhadap bencana yang disampaikan oleh anak-anak PMR tersebut.

“Kita memberi pelatihan kepada siswa yang tergabung dalam PMR, kemudian mereka menjadi trainer untuk teman-temannya,” tambah Suheri yang juga pendamping murid SDN Malaka Jaya 05 Jakarta Timur.

Menurut Suheri, anak-anak perlu mendapat pemahaman bagiamana jika terjadi gempa. Apalagi wilayah Indonesia merupakan jalur rawan gempa. Dengan pelatihan ini, akan menciptakan kondisi dimana siswa tidak akan panik jika terjadi bencana.

“Anak-anak PMR ini bisa menjadi leader bagi teman-temannya dibantu oleh guru kelas jika terjadi bencana,” katanya.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Adhis mengaku sangat pendukung acara sosialisasi dan edukasi terhadap bencana dan pertolongan pertama.

Menurutnya, kejadian gempa bumi seperti yang terjadi di Banten bisa saja terjadi saat jam-jam sekolah. Sehingga edukasi terhadap kebencanaan ini sangat berguna bagi anak-anak jika sewaktu-waktu kejadian serupa terjadi.

“Gedung sekolah di Jakarta sekarang sudah sampai empat lantai. Jika terjadi gempa minimal anak-anak ini tahu, bagaimana menyelamatkan diri dengan berlindung di bawah meja, menghindari kaca dan baru melakukakan evakuasi,” katanya.(sgr)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X