KanalBekasi.com - Penghapusan Pekerjaan Rumah (PR) bagi siswa sekolah yang sempat di wacanakan, ditanggapi langsung oleh pengamat pendidikan Kota Bekasi, Sardi Effendi.
Sardi mengungkapkan bagi sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran full day school, lebih baik pemberian PR kepada anak didiknya ditiadakan.
"Alangkah baiknya sekolah yang menerapkan full day school memang tidak perlu lagi memberikan PR, jadi cukup mengulang dan mengulas mata pelajaran di sekolah saja," katanya.
Baca Juga: Mengenal Budaya Literasi Yang Jadi Hal Wajib di Sekolah
Meskipun wacana penghapusan pemberian PR ini sudah digaungkan, jika diterapkan maka para peserta didik atau siswa cukup dikontrol oleh orang tua melalui buku pengubung orang tua dan siswa.
"Mereka bisa dikontrol melalui buku penghubung antara orang tua dan siswa," katanya.
Baca Juga: Wali Kota Bekasi Canangkan Gerakan Minum Susu Sejak Usia Dini
Selain itu, pemberian PR tersebut harus berdasarkan kepada beberapa pertimbangan diantaranya adanya PR itu sebenarnya akan menambah beban anak dalam mengikuti proses belajar.
"Bisa dibayangkan kalau semua mata pelajaran ada PR, kapan waktu anak untuk sosialisasi di lingkungannya," ujarnya.
Hanya saja, bagi sekolah yang saat ini belum menerapkan full day school, maka penghapusan PR tersebut dirasa belum perlu diterapkan.
"Tapi sekolah yang belum full day school, saya kira masih perlu adanya PR dan disesuaikan dengan umur serta jenjang pendidikan siswa," bebernya.(gir)