KanalBekasi.com – Ketidakhadiran sejumlah pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), menjadi sorotan publik. Padahal, kegiatan yang digelar di Plaza Patriot Pemerintah Kota Bekasi tersebut merupakan agenda resmi kenegaraan yang mengundang seluruh aparatur pemerintah, termasuk para direktur utama BUMD.
Berdasarkan daftar undangan yang beredar, terdapat lima pimpinan BUMD Kota Bekasi yang tidak hadir dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.
Daftar 5 Dirut BUMD Kota Bekasi yang Tidak Hadir
Adapun lima pimpinan perusahaan daerah yang tercatat tidak menghadiri upacara tersebut yakni:
- Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi
- Direktur Utama PT BPRS Patriot Kota Bekasi (Perseroda)
- Direktur Utama PT Sinergi Patriot Kota Bekasi (Perseroda)
- Direktur Utama PT Minyak dan Gas Bumi (Perseroda)
- Direktur Utama PT Mitra Patriot (Perseroda)
Baca Juga: Ribuan ASN Brebes Diduga Manipulasi Presensi, Integritas Birokrasi Dipertanyakan
Absennya para pimpinan BUMD tersebut memunculkan pertanyaan mengenai komitmen terhadap agenda resmi pemerintah daerah, khususnya dalam momentum nasional yang sarat nilai kebangsaan.
Hari Lahir Pancasila Bukan Sekadar Seremoni
Hari Lahir Pancasila dipandang sebagai momen penting untuk meneguhkan semangat nasionalisme, integritas, serta pengabdian kepada masyarakat dan negara. Karena itu, ketidakhadiran sejumlah pimpinan BUMD dalam agenda tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Bekasi.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengakui masih banyak pejabat yang tidak hadir dalam upacara tersebut. Menurutnya, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.
“Ini kan sudah terlalu lama libur, jadi akan kita evaluasi. Banyak juga yang meminta izin,” ujar Harris usai pelaksanaan upacara, Senin (1/6/2026).
Pemkot Bekasi Akan Evaluasi Ketidakhadiran Pejabat dan Dirut BUMD
Harris berharap seluruh pimpinan BUMD dapat memahami pentingnya kehadiran dalam kegiatan resmi kenegaraan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara.
“Momentum Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat bagi kita semua untuk mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” katanya.
Dalam amanat yang disampaikan saat upacara, nilai-nilai Pancasila kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Artikel Terkait
Menpan RB ke ASN: Bolos 10 Juni Siap Disanksi
PJ Walikota Beri Penghargaan ASN Purnabhakti