Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen dalam kondisi baik, sementara sisanya, sekitar 30 persen atau sekitar 300 kilometer, masih mengalami kerusakan.
Baca Juga: Saka Jadi Penentu, Arsenal Melaju ke Final Liga Champions
Dengan kapasitas penanganan rata-rata 50 kilometer per tahun, pemerintah daerah memperkirakan butuh waktu hingga enam tahun untuk memperbaiki seluruh ruas jalan yang rusak, belum termasuk potensi kerusakan baru akibat keterbatasan pemeliharaan.
Untuk tahun ini, prioritas pembangunan difokuskan pada wilayah utara, terutama Kecamatan Babelan dan Tarumajaya yang memiliki tingkat kerusakan cukup tinggi.
Beberapa ruas yang menjadi sasaran antara lain Jalan Baru Tanggul Bahagia, Lingkar Babelan, ruas Bojong Karatan–Marunda, serta Batas Kota Bojong Karatan–Buni Bakti.
Sementara di wilayah selatan, pembangunan diarahkan pada koridor Bojongmangu hingga Sukamukti yang berbatasan dengan Bogor.
Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui platform digital untuk melaporkan kondisi jalan rusak.
“Seluruh kecamatan tetap mendapat intervensi, tapi prioritas kami berbasis tingkat kerusakan,” kata Dede.*