KanalBekasi.com — Matinya aliran gas alam di kawasan Perumnas 1 dan Perumnas 2, Bekasi Barat, memicu keluhan warga. Gangguan tersebut terjadi setelah sambungan pipa milik PGN di Jalan Nangka Raya, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, terkena aktivitas galian proyek.
Akibat insiden itu, pasokan gas untuk kebutuhan rumah tangga terpaksa dihentikan sementara. Warga pun dibuat kerepotan karena aktivitas memasak terganggu secara mendadak.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pekerjaan galian yang dinilai dilakukan tanpa antisipasi matang. Warga mempertanyakan bagaimana proyek di kawasan padat penduduk bisa sampai merusak jaringan utilitas vital milik masyarakat.
“Harusnya ada pengecekan dulu sebelum gali. Jangan sampai kerja asal-asalan tapi warga yang kena dampaknya,” ujar salah seorang warga Perumnas 1.
Informasi penghentian sementara aliran gas sendiri beredar melalui pesan grup warga. Dalam pesan itu disebutkan bahwa sambungan pipa PGN terkena galian sehingga aliran gas di wilayah Perumnas 1 dan 2 dimatikan sementara untuk penanganan.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa membeli gas elpiji secara mendadak karena tidak memiliki cadangan di rumah. Tak sedikit pula warga yang mengeluhkan kerugian akibat terganggunya aktivitas harian.
“Jadi repot kan kita yang ga punya stok gas Elpiji, harus beli dulu, sangat merugikan dampaknya ke warga pokoknya,” pungkasnya.
Warga berharap ada evaluasi serius terhadap pengawasan proyek galian di Kota Bekasi agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat luas. (Robby Yahya)