KanalBekasi.com - Ketua DPC Hanura Kota Bekasi, Syaherallayali menyatakan permohonan maaf atas kisruh dalam acara debat publik Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kita Bekasi, di Santika Hotel, Harapan Indah, Kamis (3/5) kemarin.
Kisruh tersebut dijekaskan Ral sapaan akrabnya, didasari sikap Calon Wali Kota Bekasi, Nur Supriyanto yang dianggap kurang beretika saat memberikan tanggapan terhadap lawan debatnya pada sesi tanya jawab.
"Ini kan penyerangan secara pribadi, etikanya yang tidak ada. Jadi wajar kalau terjadi kisruh dari pihak pendukung paslon satu, karena sikap itu, " ungkap Ral kepada wartawan, Jumat (4/5).
Dikatakannya, elektabilitas dan popularitas Rahmat-Tri jauh lebih unggul. Sebab, sebagai incumbent, Rahmat dinilai mampu membuat Kota Bekasi maju. Ditambah lagi, Tri Adhianto seorang birokrat yang dapat melengkapi ketika keduanya terpilih nanti.
Karena itu, berbagai upaya bakal dilakukan demi melemahkan elektabilitas maupun popularitas kedua pasangan tersebut.
"Saat ini kita tahu bahwa elektabilitas pasangan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto jauh lebih unggul dari lawannya. Jadi ini merupakan sebuah strategi dalam sebuah pertarungan agar bisa melemahkan lawan," jelas dia.
Elektabilitas petahana saat ini lanjut Ral mencapai angka 70 persen. Angka tersebut akan trus meningkat sampai masa pemilihan nanti.
"Elektabilitas Rahmat Effendi dan Tri Adhianto saat ini 70 persen. Dan itu bisa bertambah lagi sampai waktu pencoblosan nanti." ujarnya.
Ral berharap kepada para paslon dapat saling menghormati dan mentaati peraturan yang ditetapkan oleh panitia.
Ajang Pilkada kata Ral sejatinya menjadi pertarungan yang sehat, dengan menyajikan program atau ide dari kedua paslon untuk membangun daerahnya.
"Saya berharap kepada para paslon untuk bisa saling menghargai didalam acara debat publik. Bertarunglah secara sehat melalui adu program dan ide yang dapat membangun daerahnya. Masyarakat saat ini membutuhkan figur pemimpin yang mamiliki program dan ide cerdas," pungkasnya.(sgr)