Kamis, 4 Juni 2026

Turunnya Elektabilitas Asyik Diyakini ada Respon Negatif Warga

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Jumat, 25 Mei 2018 | 13:32 WIB
PKS akui kekalahan di Pilgub Jabar
PKS akui kekalahan di Pilgub Jabar

KanalBekasi.com - Survei yang dilakukan Ilma Research and Consulting menyebutkan bahwa elektabilitas Pilgub Jabar akan bersaing ketat. Namun, survei menyebut Pilgub Jabar akan menjadi pertarungan antara tiga pasangan calon minus pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Dalam survei yang digelar pada 15 Mei-20 Mei 2018 menunjukkan bahwa perolehan presentase ketiganya sangat tipis.

Ridwan Kamil-Uu dengan elektabilitas tertinggi sebesar 28,63 persen, disusul Deddy Mizwar - Dedi mulyadi dengan elektabilitas 27,88 persen, kemudian TB Hasanuddin -Anton charliyan meraih 19,50 persen, sedangkan Cagub nomor urut tiga, Sudrajat meraih 5,13 persen.

Respon negatif warga

Aksi pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang mengucapkan dan menampilkan kaus bertagar #2019 ganti presiden, mendapat penilaian negatif dari warga Jawa Barat. Berdasarkan hasil survei Ilma Research & Consulting, dari 800 responden, 33,63% menyebut aksi itu kurang tepat dilakukan pada debat kandidat gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat putaran kedua di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jabar, 14 Mei lalu.

Selanjutnya, 16,75% res-ponden menyebut ulah pasangan nomor urut 3 itu tidak tepat. "Yang menilai sangat tepat 2,63%, yang menilai tepat 1,38%. Sisanya tidak menjawab," jelas peneliti Ilma Research & Consulting, Okan Darsyah, di Bandung, kemarin.

Survei itu dilakukan pada 15-20 Mei. Responden dipilih secara acak, tersebar di 80 desa/kelurahan di 27 kabupaten/kota se-Jabar. Dia menjelaskan, adanya keinginan #2019 ganti presiden merupakan suatu hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi. Namun, tidak tepat jika diungkapkan saat gelaran debat kandidat pilgub. "Jadi, pada konteks saat itu tidak tepat," paparnya.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X