Kamis, 4 Juni 2026

Greenpeace Kecewa Krisis Sampah Plastik Tak Jadi Bahasan Capres

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Senin, 18 Februari 2019 | 03:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KanalBekasi.com - Greenpeace Indonesia menyayangkan debat Capres 01 Joko widodo dan Capres 02 Prabowo Subianto tidak banyak membahas isu soal sampah plastik. Dalam cuitannya melalui akun twitter @GreenpeaceID mengatakan isu sampah plastik yang sudah di titik krisis tidak dibahas sama sekali oleh kedua capres yakni Jokowi dan Prabowo. Padahal pemerintah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik sebesar 70% pada tahun 2025

“Apakah kedua paslon belum berani mengambil langkah progresif yang menyentuh sumber permasalahan dalam krisis sampah plastik di Indonesia” Demikian cuitannya

Baca juga: Komitmen Pemkot Kurangi Sampah Plastik Masih Sebatas Himbauan

Seperti diketahui beberapa Pakar memperkirakan setidaknya dibutuhkan waktu selama 500 tahun hingga 1.000 tahun untuk terjadinya penguraian sampah plastik.  Limbah plastik dengan bahan-bahan beracun yang terkandung di dalamnya dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan maupun lingkungan. Dampaknya yang serius bila masuk ke dalam tubuh dapat memicu terjadinya Kanker, cacat lahir, lambatnya perkembangan anak, gangguan reproduksi dan sistem imun.

Greenpeace juga menyayangkan tidak berdayanya Pemerintah dalam bersikap terhadap pencemaran sungai Citarum. Padahal pencemaran Citarum memiliki dampak jangka panjang yang serius

“Penanganan pencemaran Citarum dan sungai-sungai lain di Indonesia masih jauh dari usai, masih banyak yang perlu diungkap dari Citarum sungai paling tercemar di dunia ini, dan masih banyak industri pencemar yang harus ditindak” Tulis Greenpeace

Sebagai informasi Pemerintah Kota Cimahi mengawasi sejumlah pabrik yang sudah ditutup namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi belum berani memberikan sanksi tegas. Disinyalir rusaknya tercemarnya Citarum melibatkan sekitar 500 pabrik, dengan 130 pabrik diantaranya bergerak di bidang tekstil. Dari 130 pabrik tersebut, 35 pabrik diantaranya sudah diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran.(sgr)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X