Kanalbekasi.com - Anggota DPRD Kota Bekasi, Bambang Purwanto, kembali turun ke lapangan dalam agenda reses masa sidang tahun 2025 dengan menemui warga RW 06, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (12/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Dewi Sartika, Gang Tembakang ini menjadi ruang dialog antara legislator dan masyarakat mengenai berbagai persoalan prioritas di wilayah tersebut.
Dalam forum yang berlangsung terbuka dan hangat itu, Bambang menyerap langsung sejumlah aspirasi warga yang akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat legislatif mendatang. Lima isu utama menjadi fokus pembahasan seperti Penerangan Jalan Umum (PJU), akses pendidikan dan lapangan kerja, pemerataan program KIP, perbaikan jalan, dan dukungan kegiatan soal serta keagamaan.
Warga mengapresiasi langkah Bambang dalam membantu pengadaan lampu jalan di beberapa titik. Namun, kebutuhan perbaikan tiang dan penambahan titik PJU masih menjadi perhatian serius. Bambang menegaskan akan mendorong agar alokasi anggaran PJU dapat ditingkatkan dalam pembahasan APBD mendatang.
“Penerangan jalan bukan sekadar fasilitas, tapi jaminan rasa aman warga,” ujarnya.
Masalah ijazah tertahan karena tunggakan sekolah menjadi keluhan utama warga. Kondisi ini menyulitkan lulusan untuk mencari pekerjaan. Bambang berkomitmen menindaklanjuti persoalan tersebut melalui koordinasi lintas dinas agar tidak ada lagi warga yang kehilangan kesempatan kerja akibat kendala administratif.
Warga RW 06 juga menyoroti masih terbatasnya penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Bambang meminta agar data penerima di wilayah tersebut segera diperbarui, dan berjanji akan menyampaikan aspirasi itu kepada dinas terkait.
“KIP adalah hak pendidikan anak bangsa. DPRD akan memastikan program ini tepat sasaran,” tegasnya.
Kerusakan jalan lingkungan dan buruknya drainase menjadi perhatian bersama. Warga berharap adanya peningkatan infrastruktur untuk mencegah genangan air saat musim hujan. Bambang menilai, masalah ini perlu masuk dalam skala prioritas Musrenbang Kecamatan agar bisa dikawal dalam pembahasan program pembangunan daerah.
Selain isu infrastruktur, warga juga mengajukan permohonan bantuan operasional bagi Majelis Ta’lim setempat. Bambang menilai kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dari pembinaan sosial masyarakat.
Menutup kegiatan, Bambang menyampaikan apresiasi atas keterbukaan warga dalam menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan seluruh catatan hasil reses akan dibawa ke rapat DPRD untuk diperjuangkan dalam kebijakan anggaran dan rekomendasi kepada pemerintah daerah.
“Tugas kami bukan hanya mendengar, tapi memastikan setiap suara warga Margahayu memiliki tempat di meja kebijakan,” ujar Bambang menegaskan. (Adv)