Kanalbekasi.com - DPRD Kota Bekasi melalui Komisi IV mendorong percepatan proses perizinan Rumah Sakit Budi Lestari. Dorongan tersebut disampaikan usai pelaksanaan rapat dengar pendapat (RDP) yang melibatkan pihak rumah sakit, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja, serta perwakilan warga, Jum’at (22/5).
RDP tersebut membahas sejumlah isu, mulai dari hubungan antara pihak rumah sakit dengan masyarakat sekitar, koordinasi lingkungan, hingga dukungan terhadap investasi sektor kesehatan di Kota Bekasi.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara pihak rumah sakit dan warga agar tidak terjadi persoalan berkepanjangan di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Warga Sekitar RS Budi Lestari Tuntut Prioritas Kerja untuk Warga Lokal
“Yang paling penting adalah komunikasi. Jangan sampai ada gesekan di lapangan yang berlarut-larut,” ujar Ahmadi dalam rapat tersebut.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan sosial di tingkat masyarakat akan dioptimalkan melalui peran pemerintah wilayah, yakni camat dan lurah.
“Dikembalikan kepada camat dan lurah untuk saling menjaga sinergitas antara rumah sakit dan warga sekitar,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisi IV DPRD Kota Bekasi juga menegaskan dukungan terhadap iklim investasi, khususnya di sektor pelayanan kesehatan.
Menurut DPRD, keberadaan fasilitas kesehatan baru seperti Rumah Sakit Budi Lestari perlu mendapat dukungan selama tetap mengikuti aturan dan ketentuan perizinan yang berlaku.
“Prinsipnya kita mendukung investasi, terutama di bidang kesehatan. Tapi tetap harus sesuai aturan,” ujar Ahmadi.
Komisi IV kemudian merekomendasikan agar proses perizinan Rumah Sakit Budi Lestari dapat dipercepat sesuai mekanisme yang ada tanpa mengabaikan aspek administratif dan teknis.
“Komisi IV juga mendukung iklim investasi, maka merekomendasikan agar proses izin dipercepat,” tambahnya.
Bahas Dampak Sosial dan Lingkungan Sekitar Rumah Sakit
RDP tersebut juga menyoroti dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul dari operasional rumah sakit di kawasan permukiman. Warga menyampaikan sejumlah masukan terkait aktivitas pembangunan, akses lingkungan, hingga potensi peningkatan mobilitas kendaraan di sekitar area rumah sakit.
Artikel Terkait
Soal Hutang Rp 70 Miliar, Dirut RSUD CAM Klaim Pelayanan Masih Berkualitas
Menara Gading RS Budi Lestari di Noer Ali, Saat Warga Bekasi Hanya Kebagian Debu dan Janji