Kamis, 4 Juni 2026

Menara Gading RS Budi Lestari di Noer Ali, Saat Warga Bekasi Hanya Kebagian Debu dan Janji

Photo Author
Cesconrad Br. Ginmunt, KanalBekasi.com
- Jumat, 8 Mei 2026 | 11:54 WIB
RS Budi Lestari Bekasi Selatan diprotes warga. (Foto: Robby Yahya/KanalBekasi.com)
RS Budi Lestari Bekasi Selatan diprotes warga. (Foto: Robby Yahya/KanalBekasi.com)

KanalBekasi.com – Berdiri megah di jantung Jalan KH. Noer Ali, Bekasi Selatan, bangunan RS Budi Lestari kini menjadi sorotan tajam.

Bukan karena prestasi medisnya, melainkan karena tembok tingginya dianggap menjadi pembatas sosial yang memisahkan kemewahan fasilitas kesehatan dengan realita kemiskinan warga sekitar.

Ironi ini terungkap setelah Pengurus Cabang Perisai Pusat Indonesia (PPI) Kota Bekasi membongkar praktik marjinalisasi warga lokal dalam operasional rumah sakit tersebut.

Dalam aksi yang digelar Kamis (7/5/2026), mereka menuding pihak manajemen telah mengkhianati komitmen awal pembangunan.

Baca Juga: Promedia Group Buka Pendaftaran Mitra Influencer Media Network, Kreator Pemula hingga Profesional Wajib Intip!

Kompetensi yang Dipertanyakan, Warga Tersingkir

Rusman, Koordinator Lapangan PPI, mengungkapkan jargon "kesejahteraan masyarakat" yang didengungkan saat peletakan batu pertama kini menguap tak berbekas.

Warga lokal yang berharap bisa menyambung hidup di rumah sakit tersebut justru menemui jalan buntu.

“Dulu kami diminta bersabar karena katanya akan membawa kesejahteraan. Tapi sekarang, untuk jadi petugas kebersihan saja warga lokal dianggap tidak kompeten,” ujar Rusman dengan nada geram saat membacakan surat agitasi.

Penelusuran di lapangan menunjukkan posisi-posisi krusial seperti petugas keamanan, cleaning service, hingga staf administrasi justru didominasi oleh pekerja dari luar daerah.

Baca Juga: Batas Rapuh Sang Penyembuh, Misteri Suara Dokter Myta Sebelum Semuanya Tinggal Cerita

Hal ini memperkuat dugaan adanya pengabaian terhadap potensi sumber daya manusia di ring satu wilayah rumah sakit.

Skandal Pemecatan Sepihak

Keresahan warga semakin memuncak menyusul kabar pemecatan seorang warga lokal yang bekerja sebagai petugas keamanan.

Ia diberhentikan atas tuduhan kehilangan barang sebuah tuduhan yang belakangan terbukti tidak berdasar. Namun, meski nama baiknya bersih, pintu rumah sakit tetap tertutup rapat baginya untuk kembali bekerja.

Halaman:

Editor: Cesconrad Br. Ginmunt

Sumber: KanalBekasi.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X