KanalBekasi.com - Walikota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen) memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Bekasi. Sebanyak 1.324 orang telah selesai dilakukan pengawasan dan 1.044 orang dinyatakan sehat.
Pasien Covid-19 menjalani rawat inap pada sejumlah fasilitas kesehatan dan terdapat 225 orang yang masih melakukan isolasi mandiri, sementara itu terdapat 55 orang meninggal dunia.
"Data per 16 agustus ada 40, konfirmasi bergejala sampai pada hari ini ada 7 orang dan 33 orang tanpa gejala sementara itu yang kontak erat hari ini ada 18," kata Rahmat Effendi dalam keterangan persnya, Kamis (20/8)
Baca Juga: Walikota Instruksikan Tracing Jejak Kontak ASN Pemkot Bekasi yang Terpapar Covid-19
Pepen menjelaskan hingga kini masih terdapat 22 orang yang dilakukan pengecekan. Pihak Rumah Sakit swasta juga diminta melakukan kegiatan perawatan isolasi karena seluruhnya dibiayai kemetrian Kesehatan.
.
Sementara itu klaster keluarga juga mengalami peningkatan. Saat ini pertambahan kasusnya mencapai 155 keluarga, sehingga jumlah total 437 orang.
"Tapi kan ini kasus 6-7 hari selesai, terus berdampak di keluarahan ada 32 kelurahan, kita masih melakukan upaya rapid test sebanyak 53.025 orang" jelasnya
Ia juga menjelaskan hingga kini masih memiliki stok 60.735 buah polymerase chain reaction ( PCR). Angka tersebut dinilai masih cukup hingga Desember.
"Kota Bekasi sendiri sudah melakukan rapid test sebanyak 26 ribu, artinya bila dihitung 1 persen kali jumlah penduduk sekitar 24 ribu maka kita sudah 1 persen lebih, " Imbuhnya
Saat ini, kata Pepen, Pemkot Bekasi masih memiliki 11 ribu PCR Kit di rumah sakit dan satu mesin portable PCR bantuan dari provinsi.
"Barusan saya komunikasi labkesda kita sekarang ini per hari 200 jumlah sample yang harus dites. Makannya nanti saya minta ke Dinas Kesehatan untuk sewa atau beli lagi buat Labkesda, harus ada 1 lg. Kalau 200 itu berarti 2 hari selesai. Karena 1 hari itu sekitar 96 kalau non stop 24 jam. Tapi kan kan ga bisa non stop, jd kita harus ada yg baru, "paparnya
Lebih lanjut, Pepen mengatakan tim dokter Covid-19 di Kota Bekasi akan terus mensosialisasikan kembali kewaspadaan Covid-19 di tingkat RW seperti yg sudah dilakukan pada kegiatan penanganan Covid-19 sebelumnya. Ada kegiatan ketahanan pangan dan zero kriminal sehingga jadi satu kesatuan.
"Minggu depan kita akan rapid pada 10 kecamatan dan 36 kelurahan yg dinyatakan klaster keluarga," Tukasnya.(sgr)