KanalBekasi.com- Walikota Bekasi Rahmat Effendi telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah bila terjadi penumpukan pasien Covid-19 seperti yang terjadi di RSUD Chasbullah Kota Bekasi
Walikota menjelaskan semua unsur akan dimaksimalkan menghadapi lonjakan kasus Covid-19 ini. Selain Dinas Kesehatan, Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga akan dikerahkan.
"Kita kan punya BPBD, jika terjadi hal-hal yang bersifat lonjakan, semua fasilitas layanan kesehatan kita maksimalkan, di punya halaman luas, nantinya bisa disiapkan tenda darurat," imbuhnya
Baca Juga: Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Kota Bekasi Tersisa 14 Persen
Rahmat menyebut orang yang ingin berobat selain Covid-19 juga harus disiapkan. Salah satu jalannya adalah memperluas ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Menggunakan opsi tempat lain juga sudah dilakukan. Ia menjelaskan telah melihat Rumah Sakit Budi Lestari yang fasilitas nya bisa digunakan.
"Kemarin kita ke Rumah Sakit Budi Lestari, ada 180 kamar yang bisa kita pakai fasilitasnya, mudah-mudahan Budi Lestari sudah bisa menampung dan jangan ada tambahan lagi,"
Walikota juga berharap lonjakan Covid-19 lekas mereda sehingga perekonomian bisa kembali pulih.
"Mudah-mudahan cukuplah di rumah sakit, jangan lagi ada istilah akan pakai asrama haji untuk ruang isolasi, berarti akan terus melonjak, Insya Allah kita mampu mengendalikan, " pungkasnya
Rahmat Effendi mengonfirmasi terjadi kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan di Kota Bekasi. Tingkat okupansi rumah sakit mencapai 84 persen. Jauh dari pada bulan Mei lalu sempat 15 persen. Di RSUD Kota Bekasi bahkan sampai melebihi kapasitas atau overload.
Dilansir dari situs corona.bekasikota.go.id, ada penambahan 1.237 kasus baru di Kota Bekasi pada Selasa kemarin. Kasus Covid-19 aktif tercatat 3.426 sementara kapasitas ruang isolasi hanya 1.904.(sgr)