KanalBekasi.com - Prosedur penggunaan Kartu Sehat (KS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), di rumah sakit dinilai berbelit. Hal itu terjadi, sejak Pemerintah Kota Bekasi, mengeluarkan ketentuan KS terhitung mulai tanggal 1 Februari 2019.
Bahkan, setiap warga yang hendak berobat, pihak rumah sakit akan meminta jaminan kesehatan yakni Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dibanding produk unggulan Pemkot Bekasi.
Salah seorang warga Margahayu, Bekasi Timur, Budi (62), mengungkapkan bahwa dirinya ditolak ketika ingin therapy di RS Awal Bros Bekasi Barat, pada Senin (4/2) lalu, menggunakan KS. Petugas di loket justru meminta kartu BPJS.
Padahal, menurut dia, saat melakukan therapy tahun lalu pada salah satu urat sarafnya yang terjepit, ia selalu menggunakan KS, meskipun dirinya terdaftar sebagai peserta BPJS aktif.
“Kalau waktu itu saya masih bisa pakai KS untuk keperluan therapy urat saraf saya yang kejepit. Tapi, sekarang sudah tidak bisa lagi karena ada peraturan baru,” kata Budi menirukan petugas loket di RS Awal Bros Bekasi, Jumat (8/2).
Baca Juga: Pengguna KS Ditolak, Pihak RS Sarankan Pasien Aktifkan Kartu BPJS
Dijelaskan Budi, kartu BPJS nya saat itu di non aktifkan, lantaran mengalami keterlambatan membayar iuran. Namun, bapak tiga anak ini sempat memohon kepada petugas di loket pendaftaran agar dapat dilayani oleh dokter bagian ortopedi.
“Karena saya tidak tahu ada peraturan baru tentang prosedur penggunaan KS, akhirnya saya minta tolong kepada petugas diloket pendaftaran supaya diijinkan untuk bisa therapy pada tulang belakang saya kali ini saja. Tetapi, permohonan saya tetap saja tidak dikabulkan dan diarahkan untuk mengaktifkan kembali kartu BPJSnya,” ujarnya.
Baca Juga: Choiruman: Kartu Sehat Salah Orientasi dan Tak Ada Benefit
Menurut Budi, kebanyakan masyarakat belum mengetahui ada perubahan peraturan tentang penggunaan KS. Ia juga sempat membandingkan betapa hebatnya KS pada tahun lalu, yang dinilai sangat mudah mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit.
“Meskipun saya peserta BPJS, tetapi tahun lalu pasien pengguna KS masih bisa mendapat pelayanan cepat dan mudah di sejumlah rumah sakit. Tapi, sekarang masyarakat seperti saya ini malah dibikin susah dan seolah tidak sakti lagi seperti dulu kala,” sindirnya.(boy)