kesehatan

Khawatir Membebani Anggaran KS-NIK, Pemudik Dilarang Bawa Sanak Famili

Sabtu, 1 Juni 2019 | 16:00 WIB
Kartu Sehat (KS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK)

KanalBekasi.com - Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, melepas para pemudik pada program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan di CBD Summarecon Bekasi, Sabtu (1/6). Sekitar 4.000 ribu lebih warga dilepas pada program mudik gratis tersebut.

Pada kesempatan itu, dirinya menitipkan pesan kepada para pemudik agar sekembalinya dari kampung halaman tidak membawa sanak saudara, kerabat serta famili ke Kota Bekasi.

Baca Juga: Anggaran KS-NIK Bengkak, Dewan Minta Dievaluasi

"Kepada para pemudik asal Kota Bekasi, saya titip pesan agar tidak membawa sanak famili ke Kota Bekasi usai mudik lebaran nanti," pesannya, Sabtu (1/6)

Dijelaskannya, saat ini Kota Bekasi memiliki program Kartu Sehat berbasis NIK. Jika nantinya para pemudik kembali ke Kota Bekasi membawa sanak famili, ditakutkan hal ini bisa menjadi beban pada anggaran KS-NIK tersebut.

"Yang dikhawatirkan bisa menjadi beban untuk KS-NIK tersebut," tukasnya.

Sejak diluncurkan program Kartu Sehat (KS) Bekasi berbasis NIK pada tahun 2017, Pemkot Bekasi menganggarkan senilai Rp 90 miliar dari APBD. Seiring berjalannya waktu, anggaran KS di tahun 2018, kemudian ditambah sebesar Rp 170 miliar.

Namun, nyatanya kurang dan dilakukan penambahan dalam perubahan parsial sebanyak dua kali menjadi Rp 419,7 miliar. Sementara untuk tahun 2019, Pemkot Bekasi kembali mengalokasikan anggaran KS-NIK sebesar Rp 300 miliar.(gir)

Tags

Terkini

RSUD Klarifikasi Pemberitaan Utang Rp 70 Miliar

Selasa, 13 Januari 2026 | 14:57 WIB

Penyakit Super Flu Rentan Menyerang Pasien Autoimun

Senin, 5 Januari 2026 | 11:02 WIB

Hoaks Iuran BPJS Naik 50 Persen

Rabu, 3 Desember 2025 | 12:20 WIB