kesehatan

Masyarakat Diminta Waspada Penyebaran Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Rabu, 20 Juli 2022 | 12:13 WIB
Ilustrasi

KanalBekasi.com - Masyarakat diminta mewaspadai Subvarian omicron BA.4 dan BA.5 merupakan strain varian yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan. Sejak ditemukan, subvarian ini menyebar dengan cepat ke Eropa dan Amerika Serikat

Subvarian omicron tersebut memunculkan gejala Covid-19 yang tak begitu berbeda dibandingkan varian BA.2. Namun, kedua keduanya kerap membuat penderita Covid-19 merasakan gejala yang lebih banyak.

"Ini merupakan infeksi yang lebih virulen," ujar dokter kesehatan masyarakat dari Chicago, Dr Allison Arwady sebagaimana dilansir dari laman Express, Minggu (19/7).

Dr Arwady mengatakan subvarian omicron BA.4 dan BA.5 cenderung lebih banyak memunculkan gejala yang memengaruhi saluran pernapasan atas atau gejala yang mirip dengan flu dan pilek.

Namun dalam beberapa dari gejala tersebut adalah demam, keringat di malam hari, dan nyeri tenggorokan. Berkaitan dengan hal ini, Inggris mencatat ada lima gejala Covid-19 yang paling banyak dikeluhkan saat subvarian omicron BA.4 dan BA.5 melanda, antara lain:

  1. Hidung beringus

  2. Nyeri tenggorokan

  3. Sakit kepala

  4. Batuk persisten

  5. Lelah


Di samping gejala-gejala tersering, ada pula beberapa gejala Covid-19 lain yang cukup sering dikeluhkan. Gejala tersebut di antaranya adalah kehilangan nafsu makan, diare, mual atau muntah, demam atau menggigil, hidung tersumbat, serta badan pegal-pegal.

Gejala kehilangan indra perasa dan penciuman juga tampak mulai kembali dikeluhkan. Namun, hanya sebagian pasien saja yang mengalami gejala ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada terkait dengan penyebaran sub-varian omicron BA.4 dan BA.5 di Tanah Air. Pasalnya, sub-varian siluman omicron tersebut telah menimbulkan kenaikan kasus COVID-19, terutama di DKI Jakarta.

“Saya jelaskan bahwa 81 persen semua kasus di indonesia sudah BA.4, BA.5. Jadi bukan hanya di Jakarta saja. Jakarta sudah 100 persen BA.4, BA.5,” ungkap Budi dalam telekonferensi pers usai rapat terbatas mengenai evaluasi PPKM, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/7) lalu.

Meski terjadi kenaikan, Budi mengklaim kenaikan kasus di Indonesia yang disebabkan oleh BA.4 dan BA.5 tidak setinggi di negara-negara lain. Budi menjelaskan hal ini karena tingginya kadar antibodi COVID-19 yang telah dimiliki masyarakat Indonesia, baik dari vaksinasi dan infeksi alamiah. (red)

 

Tags

Terkini

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Kamis, 4 Juni 2026 | 13:40 WIB

RSUD Klarifikasi Pemberitaan Utang Rp 70 Miliar

Selasa, 13 Januari 2026 | 14:57 WIB

Penyakit Super Flu Rentan Menyerang Pasien Autoimun

Senin, 5 Januari 2026 | 11:02 WIB