KanalBekasi.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Muhammad Iqbal meminta masyarakat tak menyebar gambar atau video korban ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur.
Iqbal pun meminta masyarakat, terutama warga Surabaya, untuk tetap tenang. Menurut dia, saat ini seluruh aparat keamanan di Surabaya dan Jawa Timur sudah bergerak dalam operasi mempersempit gerak para terduga pelaku pengeboman ini.
“Gambar-gambar di media sosial (terkait ledakan), stop (menyebarkannya). Jangan sampai (kita) terperangkap tujuan teroris. Tujuan (para teroris membuat) kita ketakutan semua.” Kata Iqbal
Korban jiwa dan luka
Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan informasi pukul 11.00 WIB saat ini ada 9 orang meninggal dunia dan luka-luka ada 40 orang.
“Semua masih proses penanganan dan masih fokus penolongan korban”. tambah Frans
Unit Jihandak melakukan peledakan bom di GKI Diponegoro sebagai bentuk penetralan.Teror bom gereja di Surabaya ini dilancarkan di tiga gereja. Lokasi pertama di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, kedua Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 dan ketiga Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna.
(sgr)