Kamis, 4 Juni 2026

Pasar Mobil Listrik Bekas Lesu, Harga Jual Kembali Turun hingga 50 Persen

Photo Author
Sugeng Riyanto, KanalBekasi.com
- Kamis, 14 Mei 2026 | 23:15 WIB
Ilustrasi: Pameran mobil Gaikindo
Ilustrasi: Pameran mobil Gaikindo

KanaBekasi.com - Pasar mobil listrik di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar: penurunan nilai jual kembali yang sangat tajam. Dalam waktu hanya tiga hingga empat tahun, harga sejumlah mobil listrik diketahui bisa merosot lebih dari separuh harga awalnya.

Fenomena ini mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan konsumen yang sebelumnya melihat kendaraan listrik sebagai investasi jangka panjang sekaligus simbol teknologi masa depan.

Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, mengungkapkan bahwa depresiasi ekstrem terjadi pada model-model yang sudah lebih dahulu beredar di pasar nasional, seperti Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5. Menurutnya, kendaraan listrik berusia tiga tahun kini mengalami penurunan harga yang sangat signifikan dibandingkan saat pertama diluncurkan.

Baca Juga: Pemprov Jabar Tunda Pajak Mobil Listrik hingga Ekonomi Membaik

“Contohnya, Hyundai Ioniq 5 keluaran 2022 yang dulu dijual di kisaran Rp 800 jutaan, kini di pasar mobil bekas harga sekitar Rp 350–450 jutaan. Artinya, dalam waktu singkat kendaraan tersebut telah kehilangan lebih dari 50 persen nilainya,” katanya beberapa waktu lalu

Ia menambahkan salah satu penyebab utama depresiasi mobil listrik adalah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Produsen terus meluncurkan model baru dengan kapasitas baterai lebih besar, jarak tempuh lebih jauh, fitur lebih canggih, serta harga yang semakin kompetitif.

‘Jadi model lama tertinggal sementara konsumen ditawarkan unit baru yang teknologi lebih mutakhir dibanding membeli kendaraan bekas dengan spesifikasi yang dianggap sudah using,” jelasnya

Selain itu, perang harga antarpabrikan juga ikut menekan nilai jual kendaraan lama. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak produsen memberikan diskon besar untuk pembelian mobil listrik baru demi meningkatkan penjualan dan memperluas pasar. Akibatnya, harga mobil bekas otomatis ikut turun.

Sementara situasi juga diperparah dengan minimnya dukungan perusahaan pembiayaan,. Banyak leasing belum agresif memberikan kredit untuk mobil listrik bekas karena tingginya risiko depresiasi dan belum terbentuknya standar valuasi yang jelas.

Konsumen juga khawatir performa baterai akan menurun seiring usia pemakaian. Penurunan kapasitas baterai dapat berdampak langsung terhadap jarak tempuh kendaraan dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.

 “Beda dengan mobil konvensional, ada beberapa faktor membeli mobil Listrik bekas jadi pertimbangan banyak konsumen,’ pungkasnya

Editor: Sugeng Riyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X