Kamis, 4 Juni 2026

Kampung Dolar Muara Gembong: Kisah Kejayaan Tambak Udang yang Kini Terancam Abrasi

Photo Author
Sugeng Riyanto, KanalBekasi.com
- Senin, 1 Juni 2026 | 11:23 WIB
Kampung dolar yang kini nyaris hilang ditelan abrasi
Kampung dolar yang kini nyaris hilang ditelan abrasi

KanalBekasi.com - Muara Gembong merupakan kawasan pesisir di Kabupaten Bekasi yang pernah dikenal dengan julukan “Kampung Dolar”. Julukan tersebut muncul karena pada era 1970–1990-an masyarakat pesisir, khususnya di kawasan Pantai Beting dan Desa Pantai Bahagia, mampu memperoleh pendapatan yang sangat tinggi dari usaha tambak udang dan bandeng. Saat sebagian besar daerah pesisir lainnya masih bergantung pada hasil tangkapan tradisional, warga Muara Gembong menikmati hasil panen tambak yang melimpah sehingga tingkat kesejahteraan mereka jauh lebih baik dibanding wilayah sekitarnya.

Asal Usul Julukan Kampung Dolar

Kampung Dolar sebenarnya merujuk pada kawasan Kampung Beting yang berada di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong. Pada masa kejayaannya, hasil budidaya udang windu, bandeng, kepiting, dan berbagai komoditas perikanan lainnya menghasilkan keuntungan besar bagi para petambak. Bahkan, menurut berbagai kesaksian warga, penghasilan dari tambak mampu mencapai puluhan juta rupiah per bulan pada era 1980-an hingga 1990-an. Kondisi ekonomi yang sangat baik inilah yang membuat daerah tersebut dijuluki sebagai “Kampung Dolar

Menurut warga setempat yang diwawancarai media lokal, hampir setiap keluarga memiliki tambak sendiri. Hasil panen udang dan bandeng yang melimpah menjadikan kehidupan masyarakat relatif makmur. Bahkan ikan mujair pada masa itu sangat berlimpah hingga sebagian digunakan sebagai umpan kepiting karena nilainya dianggap rendah dibanding hasil tambak lainnya.

Baca Juga: BNPB Pasang Alat Deteksi Dini Banjir di Sejumlah Titik Strategis

Letak Geografis Muara Gembong

Muara Gembong berada di bagian utara Kabupaten Bekasi dan terletak di kawasan delta Sungai Citarum yang langsung berbatasan dengan Laut Jawa. Wilayah ini memiliki karakteristik pesisir dengan ekosistem mangrove yang luas dan lahan tambak yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sejak puluhan tahun lalu.

Selain dikenal sebagai sentra perikanan tambak, Muara Gembong juga memiliki potensi wisata alam berupa hutan mangrove, wisata susur sungai, wisata pantai, serta habitat berbagai jenis burung dan satwa pesisir.

Awal Mula Kemunduran Kampung Dolar

Kejayaan Kampung Dolar mulai mengalami kemunduran sejak awal tahun 2000-an. Salah satu penyebab utama adalah kerusakan ekosistem pesisir akibat berkurangnya hutan mangrove yang sebelumnya berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang laut. Pembukaan lahan tambak secara besar-besaran menyebabkan garis pantai menjadi rentan terhadap abrasi

Abrasi yang terus terjadi mengakibatkan banyak tambak produktif berubah menjadi lautan. Air laut perlahan mengikis daratan dan merendam pemukiman warga. Sejumlah kampung bahkan dilaporkan hilang akibat terjangan ombak dan kenaikan muka air laut. Kondisi ini membuat banyak warga kehilangan sumber penghasilan utama mereka.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Muara Gembong tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat. Banyak keluarga terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka karena rumah dan tambaknya tenggelam akibat abrasi. Data yang dikutip Katadata menunjukkan jumlah penduduk di kawasan tersebut mengalami penurunan seiring meningkatnya kerusakan wilayah pesisir.

Pendapatan masyarakat yang dahulu bergantung pada hasil tambak kini menurun drastis. Sebagian warga beralih menjadi nelayan tradisional, buruh, atau mencari pekerjaan di luar daerah. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pembangunan kawasan pesisir Muara Gembong

Halaman:

Editor: Sugeng Riyanto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X