Kamis, 4 Juni 2026

Terancam Sanksi Tidak Ikut Debat Ketiga, Bagaimana Elektabilitas Asyik ?

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Minggu, 20 Mei 2018 | 10:00 WIB
PKS akui kekalahan di Pilgub Jabar
PKS akui kekalahan di Pilgub Jabar

KanalBekasi.com - Insiden membentangkan kaos #2019gantipresiden oleh pasangan Asyik pada debat pilkada di kampus UI, Depok pada waktu lalu berbuntut panjang.
Bawaslu menyimpulkan bahwa Sudrajat-Syaikhu telah melanggar tata tertib pelaksanaan debat publik karena membawa atribut di luar yang ditetapkan KPU.

Bawaslu pun telah memberikan surat rekomendasi kepada KPU yang nantinya bisa dijadikan sebagai dasar penetapan sanksi pasangan Sudrajat-Syaikhu.
Sanksinya pun tegas, salah satunya pasangan Asyik tidak dapat mengikuti debat Pilkada ke tiga pilkada Jabar. Lalu bagaimana elektabilitas pasangan yang di dukun PKS-Gerindra ini ?

Indonesia Develoment Monitoring (IDM) kembali merilis survei terkait kontestasi Pilkada Jawa Barat Juli 2018 mendatang. Hasilnya, pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) unggul secara elektabilitas.

Direktur Eksekutif IDM, Bin Firman Tresnadi mengatakan, hasil survei IDM, yang dibagi menjadi tiga kategori pemilih yakni dari Pantura, Periangan dan Pamayon, paslon Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik) jauh mengungguli kandidat-kandidat lainnya.

Tingkat elektabilitas Asyik di Pantura, sambung Firman, mencapai 31 persen. Capaian tersebut sangat sulit untuk dikejar oleh kandidat lain. Dimana saat responden diberikan pertanyaan siapa yang akan dipilih menjadi gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, 31, 2 responden memilih pasangan Asyik, sementara pasangan Dua DM hanya meraih 26,3 persen, disusul Hasanah 20,7 persen, Rindu 11,3 persen dan warga yang tidak memilih 10,5 persen. (sgr)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X