Kamis, 4 Juni 2026

Pembumihangusan Bekasi Mirip Aksi Nazi di Lidice

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Rabu, 22 Agustus 2018 | 22:13 WIB
Gelombang pengungsi masyarakat Bekasi
Gelombang pengungsi masyarakat Bekasi

KanalBekasi.com - Sekutu dikecam dunia Internasional terkait tindakan balas dendamnya melakukan pembumihangusan Bekasi. Surat kabar Daily Worker edisi 15 Desember 1945 menulis :

“Ketika mendengar berita bahwa kaum Nazi membakar rumah-rumah Eropa, alangkah meluapnya rasa benci kita terhadap mereka. Kita ikut berterima kasih kepada serikat-serikat kita bahwa kota-kota kita sendiri tidak mengalami nasib demikian.”

“Akan tetapi, bagaimanakah perasaan kita sekarang, ketika mendengar berita dari Jawa? Orang-orang akan menjawab dengan amarah bahwa tidak ada persamaan sama sekali antara peristiwa Bekasi dan peristiwa di Eropa.”

Suara protes terhadap Inggris juga disampaikan surat kabar liberal Inggris, News Chronicle. Dalam surat pembacanya, seorang pelajar Indonesia di London yang tidak disebutkan namanya menyatakan, ada kalanya kita ingin sekali tak mengenal bahasa Inggris atau Prancis, sepatah katapun.

Pada 18 Desember 1945, Raja Muda India, Jenderal Wavell, memberitahukan bahwa di India timbul komentar-komentar yang pedas menanggapi peristiwa Bekasi. Peristiwa dan nada protes dari dunia internasional tersebut juga membuat Parlemen Inggris meminta laporan mengenai peristiwa Bekasi kepada Panglima South-Asia Command, Laksamana Mountbatten.

-
Masjid Agung Al Barkah Alun-alun Bekasi yang tidak dibakar

Pada malam hari setelah melakukan pembumihangusan Bekasi oleh Inggris, pihak pejuang dari unsur TKR maupun Laskar melakukan serangan balasan dari jarak dekat oleh pasukan golok yang membawa granat tangan. Akibatnya, Sekutu mengundurkan diri dari Bekasi ke Jakarta. Kemudian diikuti pertempuran di jalan-jalan menuju Bekasi. Dalam pertempuran ini pasukan Haji Darip dari Klender, banyak ambil bagian dalam mempertahankan Bekasi.

 

-


The West Australian (14 Desember 1945), serangan dilakukan dengan menghujani Bekasi yang berpenduduk sekitar 5000 jiwa dengan roket dari pesawat. Di dampingi oleh sejumlah besar pasukan dan Tank Sherman. Setelah itu, baru pasukan masuk dan membakar sekitar 1000 unit rumah dan bangunan lainnya. Sedangkan rumah dan bangunan milik orang Cina secara umum tidak dilakukan pemusnahan.

Terhadap serangan brutal tersebut, sekitar 400 orang pejuang berusaha melakukan perlawan. Namun mereka dapat dibubarkan melalui serangan udara. Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Bekasi mencatat, 14 orang luka-luka, 641 keluarga yang berjumlah 3.379 jiwa kehilangan tempat tinggal, tiga unit mobil terbakar, diantaranya milik kantor berita Antara Jakarta.

-
Tiga tentara sekutu melakukan pembakaran di salah satu desa di bekasi. Doc: IWM

Sedangkan dalam berita yang dimuat oleh koran Truth terbitan Sydney, Australia pada 16 Desember 1945, menyatakan bahwa banyak warga yang tewas dan terluka akibat pembumihangusan Bekasi oleh pasukan Inggris. Antara sendiri pada 14 dan 17 Desember 1945 melaporkan setidaknya terdapat 600 bangunan yang dibumihanguskan. Daerah pertama yang menjadi sasaran pembakaran adalah Kampung Duaratus. Rumah-rumah sekitar alun-alun. Dari situ lalu berlanjut ke daerah-daerah lainnya.

Lukas Kustaryo (25 tahun), dari Kompi I di bawah komando Resimen VI/Cikampek, langsung merespon perbuatan tentara sekutu tersebut dengan membawa pasukannya yang dibantu pejuang dari Bekasi untuk melakukan serangan balik. Markas Sekutu di Cililitan pun menjadi sasaran. Dari serangan ini membuktikan bahwa Bekasi masih ada dan masih terus berjuang.(IWR/EK/sgr)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X