KanalBekasi.com - Kondisi air sungai Kali Bekasi kembali lagi berbusa dan mengeluarkan bau yang menyengat.
Kali Bekasi, diduga tengah mengalami pencemaran akibat limbah pabrik yang mengalir dari hulu, tepatnya dari aliran sungai Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Lutfhi mengakui bahwa kondisi Kali Bekasi memang sudah tercemar sejak satu minggu lalu.
"Memang seminggu terakhir kondisi Kali Bekasi sudah tercemar. Kualitas air, terutama derajat asama/basa- pH-nya tidak netral," katanya, Senin (3/9).
Ia menjelaskan, air yang tidak netral dalam keadaan normal, tidak akan menghasilkan busa. Namun, jika terjadi kocokan, guncangan atau benturan, maka akan menimbulkan reaksi yang menghasilkan gas atau buih.
"Saat terjadi hujan, terjadi benturan antara ion-ion pencemar yang ada di air, sehingga menghasilkan gas yang secara kasat mata karena berada diperairan berbentuk busa atau buih," jelasnya.
Salah satu solusi untuk menanggulangi pencemaran air tersebut, lanjut Luthfi, perlu dilakukan restorasi. Kini pihaknya telah mengirimkan rekomendasi restorasi kepada pihak pusat atau Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
"Kondisi Kali Bekasi memang sudah urgent. Solusinya harus direstorasi oleh Pusat. Dan kita sudah melakukan pengajuannya sejak Januari 2018 lalu," ujarnya.
Kondisi air Kali Bekasi yang tercemar, kata dia, tentunya akan mempengaruhi kualitas air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang menjadi konsumsi sebagian besar masyarakat Kota Bekasi.
Meski demikian, saat ini dirinya baru sebatas berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk penanggulangan sementara kondisi Kali Bekasi.
"Sejauh ini kita selalu berkoordinasi dengan pihak Bogor. Kita juga sudah menutup pabrik-pabrik yang memang terbukti membuang limbah ke Kali Bekasi," pungkasnya.(lay)