KanalBekasi.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kota Bekasi mendesak, Tim Anggaran Perencanaan Deerah (TAPD), menyerahkan laporan Realisasi Anggaran (LRA). Sebab, hingga saat ini, pihak eksekutif belum menyerahkan laporan kondisi keuangan khususnya, pada semester 1 dan prognosis semester 2.
“Laporan ini sangat diperlukan, untuk mengetahui kondisi riil keuangan daerah,” ungkap Chairuman J Putro, kepada Kanal Bekasi.com, Senin (4/9).
Menurut dia, sesuai peraturan perundang-undangan tentang laporan realisasi anggaran semester pertama APBD dan prognosis, harusnya telah disampaikan kepada kepala daerah kurun waktu enam bulan berikutnya dan paling lambat minggu ketiga di bulan Juli tahun anggaran.
“Selanjutnya laporan realisasi semester pertama APBD dan prognosis enam bulan berikutnya, disampaikan kepada DPRD Kota Bekasi, paling lambat akhir bulan Juli,” tukasnya.
Lebih jauh anggota Badan Anggaran (Banggar) mengungkapkan bahwa, potensi defisit tersebut, terlihat sejak tahun 2017 lalu sekitar Rp 800 miliar. Kemudian, memasuki tahun politik 2018 ini, potensi defisit tersebut nyaris menyentuh angka 1 triliun.
Penyebab terjadinya potensi defisit lanjut legislator asal PKS tersebut, lantaran perencanaan kegiatan yang tidak diimbangi dengan kondisi keuangan yang ada.
Program kemasyarakatan melalui pemberian dana insentif, penambahan anggaran bagi kartu sehat dan Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) pegawai dia sebutkan, sebagai salah satu faktor penyumbang defisit. Selain itu, proyek pekerjaan infrastruktur multiyear juga dinilai menjadi penyebab terjadi potensi defisit anggaran.
Sementara itu, capaian dari sektor pendapatan hingga triwulan ketiga ini lanjut Chairuman, dinilai masih jauh dari harapan yakni baru mencapai 40 persen.
“Potensi defisit itu, sebenarnya terlihat dari sejumlah kegiatan belanja pegawai dan belanja langsung proyek multiyear yang nilainya dialokasikan cukup besar. Ditambah lagi dari hasil silpa temuan oleh BPK tahun lalu, yang menjadi potensi terjadinya defisit,” beber dia.
Karena itu, pihaknya menunggu eksekutif melalui TAPD segera menyerahkan laporan realisasi anggarannya, sehingga potensi defisit APBD 2018 dapat diminimalisir.
“Karena itu mestinya kita harus dapat meminimalisir terjadinya potensi defisit tersebut. Harapannya keuangan itu bisa surplus, itu baik,” tandas dia.(adv/sgr)