Kamis, 4 Juni 2026

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Sedunia, Kota Bekasi Berstatus Tidak Sehat

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Rabu, 26 Juni 2019 | 09:49 WIB
Tingkat polusi di Jakarta paking tinggi di dunia
Tingkat polusi di Jakarta paking tinggi di dunia

KanalBekasi.com - Kualitas udara Jakarta pagi ini kembali disoroti pegiat lingkungan Greenpeace. Melalui akun twiter resmi @greenpeaceID, kualitas udara yang buruk di Jakarta  tidak layak untuk kesehatan. Jakarta juga menjadi negara yang punya kualitas udara terburuk di dunia pagi ini.

“Maaf kabar buruk lagi, pantauan pukul 7 pagi, kualitas udara Jakarta semakin buruk, levelnya naik menjadi Sangat Tidak Sehat! Gunakan masker ya,” tulisnya, Rabu (26/6)

Baca Juga : Greenpeace : Dua Kota di Indonesia Miliki Polusi Udara Terburuk

Greenpeace merujuk pada data Air Visual, pada data tersebut angka kualitas udara di Jakarta 271, pada level tersebut udara Jakarta dikategorikan sangat tidak sehat. Akibat kualitas udara yang tidak sehat Greenpeace mengimbau warga Jakarta untuk melindungi saluran pernapasan mereka dengan selalu menggunakan masker jenis khusus saat berkegiatan di luar rumah.

-
Kualitas udara di Kota Bekasi

Lantas bagaimana Kualitas udara di Kota Bekasi, dalam keterangan Air Visual kualitas udara di Kota Bekasi menunjukkan angka 178. Merujuk pada angka tersebut level udara dikota Bekasi dikategorikan tidak sehat.

AirVisual mengakses kualitas udara di sejumlah negara dan banyak kota di dunia. Dalam keteranganya indikator tersebut tertulis PM 2,5 yang berarti jenis polutan. Selain itu terdapat indikator AQI yang menyatakan indeks  tingkat keparahan kualitas udara di suatu wilayah.

Menurut AirVisual, AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Semakin tinggi nilainya, maka semakin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Adapun nilai AQI 240 Jakarta tersebut menunjukkan bahwa kondisi udara di ibu kota ini sudah sangat tidak sehat (very unhealthy). Menurut AirVisual, kondisi udara yang buruk dengan nilai AQI berada di rentang 201-300 ini dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat pada umumnya.

PM 2,5 sendiri adalah partikel halus yang ukurannya tak lebih besar dari 2,5 mikrometer. Partikel ini dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan lewat hidung tanpa bisa tersaring oleh rambut-rambut di dalam hidung. Oleh karena itulah, kita membutuhkan masker.

Untuk diketahui, udara di Jakarta dan sekitarnya mengandung partikel Particulate Matte (PM) 2,5. Ini adalah senyawa yang berukuran sangat kecil atau hanya 3 persen dari diameter rambut manusia.

PM 2,5 dihasilkan oleh polusi asap mobil, truk, bus, dan kendaraan bermotor lain, termasuk hasil pembakaran kayu, minyak, batu bara, atau akibat kebakaran hutan dan padang rumput hingga cerobong asap industri.

PM 2,5 juga berasal dari asap rokok, asap memasak (goreng atau bakar), membakar lilin atau minyak lampu, atau dari asap perapian.

Senyawa itu disebut bisa mengancam kesehatan masyarakat, mulai dari infeksi saluran pernafasan, jantung, paru-paru, resiko kematian dini, gangguan janin sampai kanker.(sgr)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X