Kamis, 4 Juni 2026

59 Jamaah Haji Jalani Perawatan Akibat Heat Stroke

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Minggu, 11 Agustus 2019 | 21:41 WIB
Gelang penanda kesehatan jamaah haji
Gelang penanda kesehatan jamaah haji

KanalBekasi.com - Kementerian Kesehatan mengatakan seluruh jemaah haji dari seluruh dunia sejak Sabtu (10/8) kemarin  terkonsentrasi sepenuhnya di Padang Arafah untuk menjalankan ibadah Wukuf. Kemenkes menghimbau jamaah menjaga kondisi fisik akibat perubahan cuaca yang terjadi sewaktu-waktu

Menurut laporan yang diterima dari Penanggung Jawab Pos Kesehatan Haji (Poskes) Arafah, dr Firman mengatakan hingga Sabtu sore, beberapa jemaah haji Indonesia terserang berbagai penyakit. Tidak hanya dirawat di Poskes Arafah akan tetapi sebagian juga ada yang sampai harus dirujuk ke RS Arab Saudi.

Baca Juga : Tiap Jamaah Haji Dibekali Gelang Penanda Kesehatan, Ini Fungsinya

''Sampai saat ini [15.00] sudah ada 59 pasien yang dilayani di pos kesehatan. Sebagian terkena heat stroke. Beberapa sudah stabil. Ada yang dirujuk ke RS Arab Saudi,'' jelas dr. Firman, Minggu (11/8)

Kasus heat stroke disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Pertama akibat dari tingginya suhu udara di Arafah. Hal ini menyebabkan tubuh mudah kehilangan cairan atau dehidrasi.

Firman mengatakan faktor lainnya adalah rendahnya kelembaban udara. Dengan rendahnya kelembaban udara, cairan mudah menguap, sehingga kerap kali kita tidak menyadari ketika kita kekurangan cairan.

“Berikutnya adalah perilaku jemaah itu sendiri. Kebiasaan tidak menggunakan alat pelindung diri seperti payung, menyebabkan jemaah mudah sekali terkena sengatan panas di alam terbuka seperti di Padang Arafah,” imbuhnya

Jemaah haji masih akan menjalankan rangkaian ibadah haji di Muzdalifah dan Mina. Bukan tidak mungkin, kasus heat stroke masih akan terjadi.

Oleh karenanya, Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, mengimbau jemaah haji selama di Armuzna tetap beraktivitas melakukan ibadah di dalam tenda, jangan banyak melakukan kegiatan yang tidak perlu di luar tenda. Sesering mungkin minum, tidak perlu menunggu haus, dan campurkan dengan oralit.

Petugas juga meminta jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker, payung, semprotan air dan sandal, jika memang harus keluar tenda. Terakhir, jika jemaah mengalami keluhan kesehatan, segera menghubungi tenaga kesehatan di kloternya.(sgr)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X