Kamis, 4 Juni 2026

Kemenag Siapkan 6.859 Masjid jadi Tempat Istirahat Gratis Pemudik

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Rabu, 25 Februari 2026 | 13:53 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KanalBekasi.com - Sekitar 6.859 masjid di seluruh Indonesia tengah disiapkan Kementerian Agama sebagai tempat singgah gratis bagi pemudik pada Lebaran 2026 yang direncanakan bakal berlangsung H-7 hingga H+7 Idulfitri.

“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah, karena kalau sopirnya mengantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan bisa terjadi,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Rabu (24/2).

Program yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) ini bertajuk Ekspedisi Masjid Indonesia 2026. Masjid di jalur mudik difungsikan sebagai tempat transit yang buka 24 jam.

Untuk mematangkan hal tersebut, Menag mengatakan koordinasi internal juga dilakukan dalam rangka kesiapan masjid dari tingkat pusat hingga Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.

"Masjid diharapkan dapat menyiapkan fasilitas yang mencakup ruang istirahat, toilet bersih, air wudhu, ruang laktasi jika memadai, air minum, pengisian daya ponsel gratis, serta area parkir yang aman dan tanpa biaya,” pungkas Menag.

Ia berharap masjid juga dapat menyediakan takjil yang ditujukan bagi para pemudik yang masih menjalankan puasa Ramadhan. Penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor, terutama di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera, yang cukup tinggi, tingkat kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan yang perlu diantisipasi.

Oleh karena itu, masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik bagi khususnya para pemudik.

“Agar mudah dikenali, masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama sehingga pemudik dapat singgah tanpa ragu,” ujar Menag,

Tidak hanya masjid, untuk melayani pemudik pun melibatkan rumah ibadah lain di sejumlah daerah, termasuk gereja, di wilayah Sumatera Utara dan kawasan Indonesia timur.

Pendekatan ini menegaskan bahwa rumah ibadah adalah ruang kemanusiaan yang terbuka, melayani siapa pun tanpa memandang latar belakang agama.

“Adanya program ini meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik Muslim maupun non-Muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran,” jelas Menag.(red)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X