ragam

Strategi PKS Kerek Suara Asyik yang Jeblok di Survey Pilgub Jabar

Minggu, 24 Juni 2018 | 14:44 WIB
Beberapa Lembaga survei merilis hasil survey pasangan Asyik di urutan buncit pilgub Jabar

KanalBekasi.com - Pertarungan kandidat di Pilgub Jabar telah mengerucut kedua pasangan calon, yakni Ridwan Kamil-Ruzhanul Ulum dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Hal itu tercermin dari hasil beberapa lembaga survei, jelang pelaksanaan Pilgub Jabar 2018, pada 27 Juni mendatang

Survey Indonesia Strategic Institute menempatkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu berada di posisi paling buncit yakni dengan 8,50 persen.

"Melihat hasil survei, pasangan Asyik sangat berat untuk menang Pilgub. Harapan kemenangan itu hanya pada dua pasangan yaitu Deddy-Dedi atau RINDU," ucap Dewan Pakar Sidrotun Naim, saat merilis hasil surveinya, di Hotel Sawunggaling, Kota Bandung, Jumat (22/6/2018).

Strategi PKS angkat suara Asyik

Ketua DPP PKS Mardani Ali sera menjelaskan PKS akan berjuang hingga titik akhir. Langkah awal yang akan dilakukan PKS, kata Mardani, menempatkan satu orang penggerak yang telah diberi pelatihan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"strategi di TPS, kami punya stategi penggerak satu TPS satu penggerak seperti di DKI dulu sudah jalan. Requitmen sudah dilakukan, pelatihan, karena bagaimana pun nanti di TPS lah orang akan datang," kata Mardani saat ditemui di Cafe Mandailing, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Langkah kedua, kata Mardani, PKS akan melakukan 'serangan udara' dalam menaikan elektabilitas paslon nomor urut 3 itu.
'Serangan udara' yang dimaksut Mardani yakni memanfaatkan masa tenang sebelum pencoblosan Pilkada untuk berkampanye di media sosial.

"Kami sudah mengoptimaplkan bagaimana serablngan udara melalui sosial media karena Jabar 60 persen biasanya terpusat di kota. Ritme itu bisa dijangkau," kata Mardani.

Jurus ketiga, lanjut Mardani, menggerakan kader untuk bergerilya dan melakukan tatap muka langsung dengan warga agar mendukung pasangan Sudrajat-Syaikhu.
Mardani mengistilahkan aksi ini dengan 'serangan darat'.

"tentu semua mesin politik PKS, Gerindra, PAN dan relawan door to door, PKS punya kader yang isinya Ibu-ibu, itu kami terjunkan di lapangan," jelas Mardani.(sgr)

Terkini