ragam

Hutan Kota sebagai Destinasi Pariwisata Seni dan Budaya

Jumat, 7 September 2018 | 01:53 WIB
Hutan kota di kawasan GOR Bekasi

KanalBekasi.com - Selain sebagai ruang publik, hutan kota dimanfaatkan sebagai wadah berkumpul para komunitas seniman untuk ajang mengekspresikan kreatifitas.

Pemerintah Kota Bekasi, dalam hal ini, didorong agar menetapkan hutan kota di kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR), Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, menjadi wahana ruang publik yang strategis tersebut bagi pegiat seni dan masyarakat.

“Saya kira keberadaan hutan kota bekasi ini, bisa dijadikan sebuah tempat edukasi, apresiasi, serta aktivitas seni budaya kreatif lahir dari seniman Kota Bekasi, juga pelaku komunitas. Ini akan menjadi sebuah penyokong pesatnya pertumbuhan pariwisata yang juga diharapkan memberi imbas pada pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi," kata Pendiri Komunitas Teman Ngopi, Syahrul Ramadhan.

"Tempat ini akan menjadi salah satu kantong budaya baru yang diharapkan dapat melengkapi sejumlah destinasi pariwisata budaya yang ada di Kota Bekasi. karena harus disadari kota bekasi minim ruang kreasi juga destinasi wisata dan budaya," katanya.

Menurut dia, geliat para seniman Kota Bekasi dan pegiat komunis dapat digunakan untuk berkreativitas dan menambah eksistensi serta kegairahan olah kreatif seniman dan komunitas yang berada di Kota Bekasi.

"Kita ingin mendorong agar ruang-ruang publik terisi dan menjadi ruang kultur. Selain menyediakan ruang pameran, tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk pelatihan, workshop, diskusi, pemutaran film, pementasan seni pertunjukan, dan kegiatan kreatif lainnya," tegasnya.

Syahrul menambahkan, saat ini jumlah wadah berkreasi bagi pelaku seni budaya di Kota Bekasi cukup memprihatinkan. Hal itu akan berdampak terhadap minimnya prestasi dibidang seni dan budaya.

"Sejatinya hal tersebut dapat dimaknai sebagai penawaran dan tantangan bagi insan yang gelisah dalam soal kekaryaan. saya kira ini merupakan sebuah gagasan yang sangat strategis serta sebuah bentuk komitmen kota menjadikan satu ruang pertemuan lintas seni untuk membangun ide kreatif, disamping itu tempat ini akan menjadi sebagai atmosfer baru di tengah kota," ucapnya.

Lebih jauh pria yang akrab disapa buluk ini, mengutarakan bahwa keberadaanya ini dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan hasil kekaryaan dengan para budayawan dan masyarakat seni serta komunitas yang pada akhirnya dapat menjadi nilai-nilai yang meneguhkan keseimbangan yang harmoni.

“Saya berharap apa yang menjadi keinginan pelaku seni budaya, komunitas maupun masyarakat bisa direalisasikan pemerintah daearah setempat, untk menjadikan hutan kota ini sebagai wahana rung publik yang strategis,” kata Buluk menegaskan.(sgr)

Tags

Terkini