KanalBekasi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mendukung rencana pemindahan Terminal Induk Kota Bekasi. Para senator menilai, kondisi terminal induk yang telah berdiri puluhan tahun di Jalan Ir H Juanda, Margahayu, Bekasi Timur, dianggap sudah tidak layak dan perlu segera di relokasi.
Lahan seluas sekitar lima hektar di Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Jatiasih, yang disediakan pihak swasta merupakan salah satu tempat relokasi yang cocok untuk menampung jumlah armada bus dan angkot yang ada saat ini. Wilayah selatan Kota Bekasi ini juga dinilai stategis menuju akses Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Menurut anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Kurniawan, luas terminal induk bekasi sudah tidak ideal lagi untuk menampung jumlah bus. Akibatnya, terdapat banyak kendaraan bus yang parkir di luar terminal untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
Belum lagi sambung dia, keberadaan bus yang ngetem diluar terminal tersebut juga menjadi faktor penyebab kemacetan lalu-lintas.
“Luas terminal terlalu kecil, sedanngkan jumlah bus banyak, hal ini berimbas pada kepadatan lalu lintas,” ujar Kurniawan, Kamis (25/4).
Kurniawan menambahkan, akses menuju Terminal Induk Bekasi di Jalan Ir Juanda dianggap kurang strategis karena cukup jauh dari jangkauan kawasan Kota Bekasi khususnya di bagian selatan seperti Pondok Gede, Jatiasih, Pondok Melati, sampai Jatisampurna.
“Luas terminal sekarang itu sangat kecil. Selain itu warga Kota Bekasi daerah selatan juga cukup jauh aksesnya ke terminal sekarang,” kata dia.
Terpisah, Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi (Bappeda) Kota Bekasi, Erwin Guwinda mengatakan, semakin dekatnya akses terminal menuju tol diharapkan dapat mengurangi beban jalan arteri. Rencana relokasi terminal induk akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.
“Diharapkan lokasi terminal baru itu dapat lebih stategis karena akses menuju jalan tol nya relatif dekat,” kata Erwin.(adv/sgr)