ragam

Warga Bantah Pengakuan Camat Medan Satria Sudah Urus Dua Lansia Terlantar

Senin, 28 September 2020 | 15:10 WIB
Orliana Teguh Wibawa (83) dan Kartiningrum Teguh Wibawa (74) yang diterlantarkan adik kandungnya

KanalBekasi.com-Beberapa waktu lalu Kota Bekasi dibuat heboh dengan kisah pilu dua wanita lanjut usia (Lansia) yakni Orliana Teguh Wibawa (83) dan Kartiningrum Teguh Wibawa (74) di Perumahan Harapan Indah, Jalan Kedondong VI, Blok TN, Nomor 07, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, yang diterlantarkan adik kandungnya hingga kelaparan dan kehausan.

Menanggapi kejadian tersebut, Camat Medan Satria Lia Erlina mengaku, pihaknya sudah melakukan tindakan preventif terhadap keduanya. Kata dia, pihak kelurahan sudah lama mengurus kedua wanita lansia tersebut.

"Pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan RT dan jajaran pengurus yang selama ini turut andil dalam menangani keduanya," kata Lia saat dikonfirmasi, Minggu (27/9).

Baca Juga: Diterlantarkan Adik Kandung, Dua Lansia di Kota Bekasi Kelaparan dan Kehausan

Lia melanjutkan, untuk langkah selanjutnya, tim Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) dari Dinas Sosial Kota Bekasi juga sudah mengambil tindakan sesuai prosedur.

"Tim TKSK dari Dinsos sudah memfasilitasi pemberian bantuan dari pemerintah sesuai prosedur. Artinya tetap melewati proses pendataan dan kelengkapan administrasi juga," lanjut Lia.

Kendati pemberian bantuan harus melewati prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan, ia mengapresiasi warga sekitar yang telah membantu kedua lansia tersebut dengan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Saat ini yang telah terbangun adalah kepedulian sosial dan itu yang paling penting," imbuhnya.

Untuk diketahui, kedua wanita lansia hidup dari uluran tangan para tetangganya. Warga merasa iba lantaran kedua tidak mampu dalam beraktifitas secara normal dalam keseharian.

Terpisah, Hendrik (43) salah seorang tetangga mengatakan Orliana sejak lama tidak dapat melihat akibat penyakit glukoma yang dideritanya. Sementara itu  Kartiningrum juga sudah lama tidak memiliki kesempurnaan untuk mengingat.

"Kita dari warga swadaya aja bantu hidup mereka. Ada yang antar makan dan minum secara bergantian. Kebutuhan mandi dan lainya seperti bayar listrik, kami patungan," kata Hendrik, saat ditemui Kanalbekasi.com, beberapa waktu lalu.

Sementara itu salah satu warga, lainnya Antonius Imam mengatakan, kedua lansia tersebut belum pernah mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah dalam hal ini kelurahan maupun Dinsos Kota Bekasi.

"Kelurahan dan Dinsos belum pernah kasih bantuan. Selama tiga bulan terakhir ini bantuan dari warga dan gereja saja. Warga secara bergantian dan terjadwal memberikan bantuan," ujar Imam menambahkan.

Dijelaskan Imam, kedua lansia itu sebelumnya tinggal di Perumahan Modern land, namun telah dijual. Hasil penjualan rumah disana dibelikan  rumah disini (Harapan Indah). Namun mobil dan sertifikat rumah diduga digelapkan oleh sang adik dengan alasan yang belum diketahui.

"Informasinya mobil sudah dijual Rp 120 juta, tapi tidak sepeser pun diberikan kedua lansia tersebut. Sementara surat rumah juga dipegang adiknya Frans. Kita takutnya dijual ya, kalau uang hasil penjualan buat perawatan mereka sih tidak apa-apa, tapi mereka diterlantarkan, asetnya pada dijual," pungkasnya.(amg)

 

Terkini