KanalBekasi.com - Oknum Dinas Kesehatan Kota Bekasi Diduga mengutip uang peti jenazah COVID-19 sebesar Rp 1 Juta. Kepada pihak keluarga, pelaku menjanjikan mengurus pemakaman lebih cepat.
Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Kota Bekasi Nicodemus Gojang menyayangkan Walikota dan jajarannya tidak pernah melakukan pengawasan kepada petugas di lapangan yang berpotensi melakukan kecurangan.
"Saat terjadi lonjakan pasien COVID-19 beberapa waktu lalu, saya menemukan banyaknya warga yang mengaku kesulitan mendapatkan ambulance untuk membawa pasien yang dirawat atau Jenazah Covid-19 yang akan di makamkan. Bisa jadi dengan adanya tindakan maladministrasi tersebut ada stigma di masyarakat kalau tidak membayar tidak dilayani" kata Nico
Baca Juga: Dewan Sebut Aksi Pungut Uang Peti Jenazah Covid-19 Tindakan Biadab
Kondisi seperti ini, tambah Nico dapat dimanfaatkan oleh oknum nakal yang ingin mendapatkan keuntungan. Apalagi dengan cara menakuti warga, bila dimakamkan sesuai prosedur, jenazah baru akan bisa dimakamkan berhari - hari.
"Inikan sebuah kejahatan, masyarakat yang merasa tidak mengetahui prosedur yang benar kemudian ditakuti, padahal negara sudah menanggung biaya perawatan dan pemakaman jenazah pasien COVID-19 secara gratis, " tutur Nico
Untuk itu ia mendorong Pemkot Bekasi melakukan edukasi kepada warga dan meminta warga melaporkan bila ada oknum yang bertindak curang, serta melakukan upaya preventif agar oknum yang memanfaatkan situasi seperti ini bisa ditindak tegas.
Bisa saja Pemkot membuat call Centre aduan terkait perawatan dan pemakaman janazah Covid-19, termasuk laporan bila ada oknum - oknum nakal, " pungkasnya
Sementara itu Kepala Puskesmas Harapan Mulya, dokter Arie Rahayu Udhani membenarkan informasi adanya staf Puskesmas Harapan Mulya yang diduga melakukan kutipan uang terhadap keluarga jenazah COVID-19. Namun saat ini permasalahan tersebut sudah di tangani BKPPD
"Langsung tanyakan ke BKKPD, informasi lengkapnya disana pak " katanya.(sgr)