KanalBekasi.com - EVP-Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison Chandra Pradyot Singh, berbicara sejumlah strategi untuk memaksimalkan kinerja tahun ini. Strategi tersebut direalisasikan melalui beberapa upaya di antaranya, perluasan jangkauan jaringan, peningkatan layanan, serta produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Ditengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi, Indosat Ooredoo Hutchison menunjukkan performa impresif pada kuartal pertama 2025. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp13,58 triliun dan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 27 persen secara kuartalan, menjadi Rp1,31 triliun. Kinerja solid ini menjadi bukti konsistensi Indosat dalam menjalankan strategi bisnis dan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital.
Terbaru, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) meresmikan Gerai IM3 terbaru di Living World Grand Wisata Tambun, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/5). Hal tersebut menjadi salah satu upaya Indosat memperluas jangkauan layanan di wilayah penyangga Jakarta.
Berikut petikan wawancara EVP-Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison Chandra Pradyot Singh yang diterima redaksi
Pertimbangan Strategis di Balik Ekspansi
1. Apa strategi besar di balik pembukaan gerai IM3 di wilayah seperti Tambun?
“Segala hal yang kami lakukan di Indosat berakar pada satu visi utama: Empowering Indonesia. Bagi kami, itu bukan hanya soal memperluas jaringan, tetapi bagaimana memastikan akses digital benar-benar hadir, terasa, dan relevan dalam kehidupan masyarakat.Kehadiran kami di Tambun adalah wujud nyata dari misi tersebut. Wilayah ini tumbuh sangat pesat, dan kami ingin hadir dan tumbuh bersama masyarakatnya. Kami tidak sekadar ingin terlihat—kami ingin benar-benar hadir dan melayani.”
2. Apa yang membedakan pendekatan ekspansi Circle Jakarta Raya dibanding wilayah lain?
“Jakarta Raya (JAYA) mencakup wilayah yang sangat beragam—mulai dari kawasan perkotaan padat hingga wilayah yang sedang berkembang seperti Tambun. Karena itu, pendekatan kami harus fleksibel dan kontekstual sesuai kebutuhan pasar dengan karakter seperti ini. Kami melihat kebutuhan nyata di lapangan, mempertimbangkan potensi lokal, dan memastikan ada mitra yang tepat untuk tumbuh bersama. Bagi kami, ekspansi bukan hanya masalah seberapa cepat dan luas penambahan jangkauan layanan, namun juga tentang relevansi dan keberlanjutan.”
Memberdayakan Mitra Lokal
1. Mengapa model waralaba menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan di Jakarta Raya (JAYA)?
“Karena kami percaya bahwa pertumbuhan harus bersifat kolaboratif. Bukan hanya pelanggan yang kami berdayakan, tetapi juga para pelaku usaha lokal yang memiliki komitmen dan pemahaman akan wilayahnya.Mitra kami bukan sekadar menjalankan gerai. Mereka memahami lingkungannya, memiliki koneksi yang kuat dengan komunitas dan masyarakat, dan itu menjadikan layanan Indosat lebih dekat dan bermakna.”
2. Apa makna sesungguhnya dari pemberdayaan dalam konteks ini?
“Pemberdayaan dalam model waralaba ini tidak sekedar kerja sama operasional, namun kami memberlakukan mereka sebagai pemilik bisnis, pemberadayaan juga Kami maknai dengan membekali mitra dengan pelatihan, alat kerja, akses data, dan dukungan penuh agar mereka benar-benar dapat menjalankan bisnisnya secara mandiri. Kami ingin mitra merasa dihargai, dilibatkan, dan didukung—sebagai rekan usaha yang setara, bukan sebagai pelaksana teknis.”
3.Apa dampak yang terlihat dari kolaborasi dengan mitra yang diberdayakan secara optimal?
“Kami melihat dampak positif dari kedua sisi. Pelanggan merasa lebih nyaman dan terhubung karena dilayani oleh orang-orang yang mereka kenal dan percaya di sekitar lingkungan mereka sendiri, dan ini menjadikan mereka menjadi pelanggan yang loyal. Di sisi mitra, banyak yang berkembang pesat—dari satu gerai menjadi beberapa, bahkan ada yang mulai mendampingi mitra baru. Ketika mitra merasa memiliki peran yang berarti, hasilnya akan terlihat secara alami dan berkelanjutan.”
III. Pelaksanaan & Dukungan
1, Bagaimana Circle JAYA menjaga konsistensi pengalaman pelanggan di gerai yang dijalankan oleh mitra?
“Kami memiliki standar yang jelas, pelatihan berkala, serta sistem monitoring dan evaluasi. Namun yang lebih penting, kami membangun komunikasi yang terbuka dan dua arah. Mereka adalah bagian dari tim perusahaan. Kami memahami bahwa setiap gerai memiliki karakter lokal, dan itu justru menjadi kekuatan. Konsistensi bagi kami bukan tentang keseragaman mutlak, tetapi tentang menjaga kualitas sambil tetap memberi ruang bagi sentuhan lokal.”
2. Dukungan seperti apa yang diberikan agar mitra dapat berkembang dengan baik?
“Kami menyediakan sistem lengkap—dashboard kinerja, materi pelatihan, dukungan pemasaran, hingga sistem pelaporan real-time. Namun di atas segalanya, kami membangun hubungan saling percaya yang kuat. Mitra tahu bahwa mereka dapat menghubungi kami kapan saja, dan kami selalu siap mendampingi. Karena sejak awal, kami membangun kerja sama ini sebagai kemitraan jangka panjang.”
Peran Kepemimpinan
1. Sebagai pemimpin Circle, bagaimana Bapak mewujudkan visi pertumbuhan bersama melalui mitra?
“Saya percaya bahwa kepemimpinan harus hadir. Bukan hanya secara simbolis, tetapi benar benar hadir dalam proses—mendengar, mendukung, dan menyelesaikan tantangan bersama. Jika kami ingin mitra merasa memiliki bisnis ini, maka kami pun harus memperlihatkan bahwa pertumbuhan mereka adalah bagian penting dari prioritas kami.”
2. Menurut Bapak, perubahan pola pikir apa yang paling penting untuk benar-benar memberdayakan mitra?
“Kita perlu mengubah pola pikir mengkontrol menjadi pola pikir kolaborasi. Makna dan inti pemberdayaan hadir ketika kita benar-benar percaya bahwa mitra memiliki kapasitas, visi, dan semangat yang sama untuk membesarkan bisnis ini. Dan tugas kita adalah menciptakan ruang dan dukungan agar mereka dapat tumbuh secara maksimal.”
3. Melihat ke Depan Bagaimana pendekatan pemberdayaan mitra ini akan berkembang ke depan?
“Kami ingin mitra tidak hanya menjalankan operasional, tetapi juga berkontribusi dalam strategi— memberi masukan, terlibat dalam kampanye lokal, bahkan menjadi mentor bagi mitra lainnya. Pemberdayaan bukan satu langkah, melainkan proses yang dibangun secara berkelanjutan melalui kepercayaan dan kolaborasi.”
4. Seperti apa bentuk keberhasilan yang Bapak bayangkan untuk Circle JAYA dalam fase pertumbuhan berikutnya?
“Bagi saya, keberhasilan adalah ketika mitra merasa bangga menjalankan gerai mereka. Ketika mereka mengatakan, ‘Ini bukan sekadar gerai IM3 atau 3Store—ini bagian dari perjalanan usaha saya.’ Di saat itulah, visi Empowering Indonesia benar-benar hidup—bukan hanya dalam strategi perusahaan, tetapi dalam pengalaman nyata para mitra bisnis kami di lapangan.”
(red)