ragam

15 Ribu Buruh Bekasi Kepung Jakarta di May Day 2026, Ini 8 Tuntutan yang Dibawa

Jumat, 1 Mei 2026 | 18:46 WIB
Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi mengerahkan sekitar 15 ribu anggotanya untuk turun langsung di Monas

 

KanalBekasi.com – Gelombang buruh dari Bekasi dipastikan bakal memadati Jakarta dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. ke ibu kota, Kamis (1/5/2026).

Sekretaris KC FSPMI Bekasi, Sarino, menegaskan bahwa seluruh agenda aksi tahun ini dipusatkan di Jakarta. Tidak ada kegiatan serupa yang digelar di wilayah Kota maupun Kabupaten Bekasi.

“Semua buruh FSPMI Bekasi kami kerahkan ke Jakarta, total sekitar 15 ribu massa untuk melakukan aksi dan menyampaikan aspirasi,” ujar Sarino dalam keterangannya.

Ia menyebut, peringatan May Day kali ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menekan pemerintah agar segera merespons berbagai persoalan ketenagakerjaan yang kian kompleks. 

Sedikitnya ada delapan tuntutan utama yang akan disuarakan. Mulai dari desakan pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru, penghapusan sistem outsourcing, hingga penolakan upah murah. Selain itu, buruh juga menyoroti ancaman PHK akibat tekanan global dan impor industri, serta meminta penghapusan pajak pada THR, bonus, JHT, dan pensiun.

Tak hanya itu, mereka juga mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset, ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 terkait kekerasan di dunia kerja, perlindungan pekerja platform digital, serta peningkatan standar keselamatan kerja.

“Tuntutan ini akan kami sampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI agar menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sejak pagi, ribuan buruh mulai bergerak menuju Jakarta menggunakan bus dan konvoi sepeda motor. Sejumlah titik kumpul dipadati massa, seperti kawasan industri MM2100, EJIP, Omah Buruh, kawasan GIC Pemda Kabupaten Bekasi, hingga Pondok Ungu. Sementara konvoi kendaraan roda dua juga terlihat melintas di jalur Kalimalang.

Aksi besar ini tak lepas dari meningkatnya kekhawatiran buruh terhadap gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sepanjang 2025 sebanyak 88.519 pekerja terdampak PHK, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 77.965 orang.

Memasuki 2026, tekanan ekonomi global dan naiknya biaya industri dinilai berpotensi memicu lonjakan PHK baru. Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama buruh turun ke jalan, sekaligus membuka ruang dialog dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi konkret.

Dengan massa besar yang bergerak dari kawasan industri Bekasi, peringatan May Day tahun ini diprediksi menjadi salah satu aksi buruh terbesar yang berpusat di Jakarta. (Robby Yahya)

 

Tags

Terkini