"Kemampuan tempur adalah yang utama, disusul kemudian oleh kemampuan teritorial," tegas Pangdam.
Ia juga mengingatkan sisi spiritualitas prajurit dengan berpesan agar selalu melibatkan Tuhan dalam setiap kegiatan, melalui konsistensi beribadah dan berdoa di tengah kesibukan tugas.
Baca Juga: Lurah Kayuringin Jaya Tanggapi Maraknya Pencurian yang Meresahkan Warga di Wilayahnya
Kesiapan Operasional di Pati dan Kudus
Memasuki wilayah Kabupaten Pati, helikopter Pangdam mendarat di Lapangan Gunung Panti. Ia kemudian bergeser ke Mako Yonif TP 936/Satria Joyokusumo di Desa Godo, Kecamatan Winong.
Di sini, Pangdam memastikan seluruh prajurit memiliki kesiapan mental dan fisik yang prima untuk menjalankan pengabdian negara secara operasional.
Sebagai penutup rangkaian kunker, Pangdam menyambangi Markas Brigade Infanteri (Ma Brigif) 43/Muria di Kudus.
Kunjungan ke tingkat Brigade ini menjadi langkah krusial dalam menyinkronkan komando dan pengendalian (kodal) terhadap satuan-satuan yang berada di bawah jajaran Brigif 43/Muria.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kodam IV Diponegoro dalam menjaga stabilitas dan profesionalisme prajurit di wilayah teritorialnya.*