pemerintahan

Anggaran Tinggal Rp266 Miliar, Kepala BPKAD ‘Ngotot’ Tidak Terjadi Defisit

Selasa, 4 September 2018 | 07:59 WIB
Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Supandi Budiman

KanalBekasi.com - Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Supandi Budiman enggan dibilang terjadi defisit anggaran. Karena, saat ini uang sebanyak Rp 266 miliar, masih mampu membayar seluruh kegiatan belanja pegawai hingga kegiatan belanja langsung.

Kebutuhan gaji selama kurun waktu setahun untuk para Tenaga Kerja Kontrak (TKK), sebanyak 11,338 orang, dialokasikan sebesar Rp 565,3 miliar.

Meski keuangan Pemkot Bekasi dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kegiatan belanja di SKPD, namun, Supandi “ngotot” bahwa tidak ada defisit anggaran.

“Uang kita masih cukup koq buat membayar gaji TKK, dan memenuhi kewajiban belanja kegiatan kepada pihak ketiga. Saat ini uang ada Rp 266 miliar. Untuk kebutuhan gaji TKK setahun butuh Rp 565,3 miliar. Tidak ada defisit anggaran,” ungkap Supandi, Senin (3/9).

Kekurangan anggaran yang dibutuhkan kata dia, akan digenjot melalui sektor pendapatan. Karena, prediksi pendapatan saat ini mampu tercapai hingga Rp 140 miliar. Selain itu, sejumlah kegiatan yang tidak menjadi prioritas juga akan dilakukan pengurangan.

“Untuk memenuhi anggaran itu, kita akan maksimalkan dari sektor pendapatan. Saat ini pendapatan kita sebesar Rp 40 persen. Nanti bisa bertambah Rp 140 miliar, dan itu bisa cukup untuk membayar gaji TKK, dan kegiatan belanja lainnya,” ujar dia.

Sementara itu, Angota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bekasi, Chairoman J. Putro menyatakan, bahwa potensi defisit sudah terlihat sejak tahun 2017. Kemudian, pada tahun 2018, potensi defisit tersebut semakin terlihat.

“Sebenarnya pada tahun 2017 potensi defisit tersebut sudah terlihat. Ditambah lagi memasuki tahun politik pada 2018, potensi defisitnya semakin terlihat, diperkirakan mencapai hingga Rp 900 miliar,” ungkap dia.

Menurut Chairoman, tidak masalah pihak eksekutif membantah kondisi APBD Kota Bekasi saat mengalami defisit.

Namun, potensi defisit bisa terlihat dari proses awal, pertengahan anggaran dan perubahan anggaran.

“Berdasarkan evaluasi anggaran di awal, pertengahan kan sudah bisa kita lihat, potensi defisit tersebut ada atau tidak,” katanya.

“Kita akan menggelar rapat untuk membahas terkait hal ini,” tandas dia.(sgr)

Tags

Terkini