KanalBekasi.com - Jumlah pencari kerja di Kota Bekasi diprediksi akan meningkat jelang masa kelulusan tahun 2019 ini. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Sudirman mengatakan jumlah pencari kerja dari tanggal 14 Mei - 24 Juni 2019 berjumlah 4.801 orang
“Mayoritas SMA (pencari kerja), yang mengurus Kartu Tanda Pencari Kerja di Disnaker,” kata Sudirman, Selasa, (25/6)
Baca Juga: Pengangguran di Kota Bekasi Tinggi, Ini yang di Lakukan Pemkot
Menurutnya, Disnaker Kota Bekasi juga sudah membuat langkah-langkah guna mengasah keterampilan para calon pencari kerja. Sejumlah pelatihan tenaga kerja dan program magang berorientasi skill juga sudah dijalankan. Tidak hanya Disnaker, Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), melalui Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (BBPLK) Cevest Bekasi juga siap menampung 3.500 peserta pelatihan
“Sesuai perkembangan saat ini pastinya perusahaan lebih memilih tenaga kerja yang sudah memiliki kemampuan kerja,” imbuhnya
Lebih lanjut, Disnaker, sambung Sudirman juga menghimbau para pencari kerja untuk mengikuti program pelatihan dan magang agar nantinya mampu bersaing. Kesempatan Pelatihan yang ada di Disnaker nantinya akan di informasikan melalui Humas, Kelurahan dan Kecamatan
“Nantinya setelah didata akan diseleksi dan diumumkan sesuai jurusan,” tambahnya
Sebelumnya Kementerian tenaga kerja pernah mengadakan pelatihan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja melalui program pemagangan untuk mendukung daya saing masyarakat Kota Bekasi.
Wakil walikota Bekasi, Tri adianto yang hadir pada acara tersebut menyampaikan pesan pentingnya masyarakat mengikuti program magang. Terlebih Tri melihat angka pengangguran di Kota Bekasi masih tergolong tinggi. Dari 2,7 juta penduduk Bekasi sebanyak 9,32 persen diantaranya masih menganggur.
“Ini sudah menjadi program prioritas Pemerintah Kota Bekasi,” ucapnya
Untuk mewujudkan program prioritas tersebut Disnaker berharap para lulusan SMA/SMK se-Kota Bekasi mengikuti pelatihan berbasis kompetensi. Disnaker juga menyediakan sejumlah pelatihan, di antaranya operator dan teknik komputer, mengemudi kendaraan, mengatur lalu-lintas, montir motor, instalasi kelistrikan, otomotif, operator alat berat, welding atau las listrik, dan las karbondioksida.
Sementara untuk bidang pelatihan berbasis kewirausahaan, pelatihan yang disediakan yakni pelatihan montir dan bengkel (manajemen), pelatihan manajemen kewirausahaan bagi wirausaha pemula, pelatihan tenaga pemasaran dan promosi online, sertifikasi mandor, sertifikasi tukang, dan sertifikasi keahlian. (sgr)