pemerintahan

Petani Diminta Waspadai Hama Burung Jelang Musim Kemarau

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:00 WIB
Hama burung di sawah.(foto: om kicau)

KanalBekasi.com - Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi meminta agar para petani di Kota Bekasi mewaspadai hama burung jelang musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, Momon Sulaeman, mengimbau agar para petani di Kota Bekasi untuk lebih waspada terhadap serangan hama di sawah yang mereka tanam.

"Biasanya menjelang musim kemarau, serangan hama burung paling banyak terjadi di Kota Bekasi," jelasnya, Rabu (26/6).

Baca Juga: Banyak Beredar Izin Produk Olahan Makanan Salah di Retail Modern

Selain waspada, Momon juga mengimbau agar para petani sejak dini bisa menyiapkan alat atau mengantisipasinya dengan menyediakan beberapa peralatan pendukung untuk mengusir hama burung tersebut.

"Kami sudah meminta kepada mereka untuk menyiapkan peralatan pendukungnya agar hama burung ini bisa diantisipasi dan tidak mengganggu sawah milik petani," tambahnya.

Momon juga mengatakan, untuk musim kemarau sendiri, sebenarnya para petani di Kota Bekasi sendiri sudah siap menghadapinya.

Selain itu, bukan wabah kekeringan yang setiap tahunnya ditakutkan oleh para petani di Kota Bekasi, melainkan hama burung yang sampai saat ini masih menjadi musuh utama para petani disini dan selalu mengancam sawah dan padi petani.

"Kalau kekeringan sampai tahun lalu laporannya tidak ada, hanya hama burung yang menjadi masalah utamanya," paparnya.

Saat ini jumlah lahan pertanian di Kota Bekasi seluas 475 hektare dengan tanaman utamanya padi. Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Bekasi juga sudah memberikan peringatan kepada para petani akan adanya dampak dari serangan hama tersebut di musim kemarau.

Meskipun terbilang cukup luas, namun lahan pertanian tersebut sudah dimiliki oleh pengembang dan ditanami oleh petani agar lahannya tidak kosong.

"Kalau untuk luas lahannya sendiri seluas 475 hektare, namun sudah dikuasai oleh pengembang dan saat ini dimanfaatkan oleh para petani untuk ditanami agar tidak menjadi lahan tidur," tutupnya.(gir)

Tags

Terkini