KanalBekasi.com - Walikota Bekasi Rahmat Effendi memperpanjang status tanggap darurat bencana. Hal tersebut menjadi pertimbangannya mengingat luasnya lokasi korban terdampak banjir dan pemulihan pasca banjir.
Kota Bekasi adalah salah satu wilayah paling parah terdampak banjir di Jabodetyabek sejak Rabu (1/20) lalu. Hingga saat ini belum semua wilayah di Bekasi pulih. Berbagai sekolah masih dilanda kerusakan, sejumlah perumahan masih terendam lumpur.
Baca Juga: Viral Penampakan Banjir Parah di Kota Bekasi
“Akan kami evaluasi sampai Senin depan. Kalau belum selesai maka akan kami perpanjang masa tanggap darurat bencananya," kata Pepen sapaan Rahmat Effendi.
Hingga 5 Januari 2020, korban akibat bencana banjir dan longsor di Jabodetabek terus meningkat. Terbaru, Kapusdatin BNPB Agus Wibowo mengatakan setidaknya ada total 149.537 orang terpaksa harus mengungsi karena rumahnya masih terendam air banjir.
“Total Jumlah pengungsi di Bekasi Kota Bekasi ada 149.537 jiwa paling banyak ini,” ujar Agus
Agus mengklaim jumlah itu menjadi yang terbanyak dari kejadian banjir lainnya di sejumlah daerah di Jabodetabek. Menurutnya, jumlah itu bahkan telah melampaui jumlah total pengungsi banjir dan longsor di seluruh Jakarta yang hanya mencapai 20 ribu orang.(sgr)