Jejak yang Tak Terhapus
Bagi Mukti, kunjungan ke Krapyak adalah perpaduan antara spiritualitas, intelektualitas, dan pengalaman lapangan yang absurd. Di balik hiruk-pikuk perdebatan kitab kuning mengenai nasib bangsa yang sedang di ambang perubahan besar, ada cerita tentang dua santri yang lari terbirit-birit di trotoar Yogyakarta.
Baca Juga: Diduga Tantang Netizen, Status WA Juri LCC MPR Indri Wahyuni Soal LHKPN Viral
"Setiap mendengar kata Krapyak, saya selalu teringat memori indah ini," tutupnya.
Kini, bertahun-tahun setelah peristiwa itu berlalu, Krapyak tetap berdiri sebagai benteng ilmu, dan bagi Mukti, ia akan selalu menjadi tempat di mana sejarah besar bangsa dan sejarah kecil hidupnya bertemu dalam satu garis waktu.*
*Artikel ini diolah dari tulisan asli Mukti Ali Qusyairi berjudul "Krapyak"
Artikel Terkait
Jasa Marga Prediksi Arus Kendaraan Tembus 1,5 Juta Selama Libur Panjang
Gebrakan Promedia Group dan UNJ di Industri Informasi dalam CoreLab 2026
Kasus Virus Hanta di Indonesia Meningkat, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada
Kebakaran di Parkiran PT Arami Jaya, Api Diduga Berasal dari Korsleting Motor
Usai Kritik Juri LCC MPR, Ocha SMAN 1 Pontianak Dapat Tips Debat dari Wapres