ragam

PNIB Tolak Kehadiran Rizieq Shihab di Acara Solidaritas Palestina di Madura dan Pasuruan

Selasa, 5 Mei 2026 | 13:28 WIB
Gus Wal berpose dengan tangan terkepal di depan atribut PNIB, menyampaikan pesan persatuan dan nasionalisme. (Foto: Ilustrasi/AI)

KanalBekasi.com – Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho, menyatakan penolakan terhadap rencana kehadiran Rizieq Shihab dalam kegiatan bertajuk tabligh akbar dan istighotsah untuk Palestina yang direncanakan digelar di Pamekasan maupun Pasuruan.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Wal, isu kemanusiaan seperti Palestina tidak seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan yang berpotensi menimbulkan perpecahan di dalam negeri.

Ia menilai kehadiran tokoh yang kerap memicu kontroversi dapat mengalihkan fokus utama kegiatan dari solidaritas menjadi polemik.

“Jangan bungkus agenda lama dengan kemasan baru. Palestina adalah isu kemanusiaan, bukan alat untuk membangkitkan polarisasi,” ujar Gus Wal dalam keterangannya, Selasa (5/5/26).

Baca Juga: Tak Terima Disentil Kasatpol PP, Puluhan Anggota Linmas Geruduk Pemkot Bekasi

PNIB juga meminta panitia kegiatan di Lapangan Pegantenan agar lebih selektif dalam menentukan tokoh yang diundang.

Gus Wal menyebut masih banyak ulama di Jawa Timur yang dinilai memiliki pendekatan lebih menyejukkan serta mampu menjaga persatuan umat.

Ia menambahkan, kegiatan keagamaan berskala besar seharusnya menghadirkan sosok yang mampu memperkuat persaudaraan, bukan memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Selain itu, PNIB mendesak aparat keamanan seperti Polres Pamekasan, Polres Pasuruan, dan Polda Jawa Timur untuk mempertimbangkan secara matang pemberian izin kegiatan tersebut.

“Negara harus tegas jika ada potensi konflik. Simbol keagamaan tidak boleh dijadikan tameng untuk menghindari kritik,” kata dia.

Baca Juga: Refleksi Peristiwa Asisi di Blok Q, Menemukan Kekayaan dalam Kemiskinan Jiwa Bersama Pater Robby Wowor OFM

PNIB juga menyinggung status pembubaran Front Pembela Islam oleh pemerintah, serta mengingatkan agar tidak ada ruang bagi kebangkitan kembali kelompok yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Di akhir pernyataannya, Gus Wal menegaskan dukungan terhadap Palestina tetap penting, namun harus dilakukan dengan cara yang tidak memicu ketegangan di dalam negeri.

Ia menyarankan solidaritas dapat diwujudkan melalui doa bersama maupun penyaluran bantuan melalui lembaga yang terpercaya.*

Tags

Terkini