Kamis, 4 Juni 2026

Menuju Muktamar ke-35 NU, Gus Ibi Dorong PBNU Kembali ke Pangkuan Dzuriyah Muasis

Photo Author
Cesconrad Br. Ginmunt, KanalBekasi.com
- Jumat, 8 Mei 2026 | 10:18 WIB
Gus Ibi, Ketua Umum Gus Milenial Progresif. (Foto: dok. Pribadi)
Gus Ibi, Ketua Umum Gus Milenial Progresif. (Foto: dok. Pribadi)

KanalBekasi.com – Dinamika menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026 mulai menghangat. Di tengah riuh rendah bursa calon pemimpin, suara kritis muncul dari kalangan kiai muda.

Muhammad Imam Roghibi As-Siddiqie, yang akrab disapa Gus Ibi, Ketua Umum Gus Milenial Progresif, memberikan catatan penting terkait arah masa depan organisasi Islam terbesar di dunia ini.

Ditemui di kompleks Pondok Pesantren MIS Sarang, Rembang, pada Selasa (5/5/2026), Gus Ibi menyayangkan tren pembahasan publik yang saat ini terlalu terobsesi pada figur ketimbang substansi gagasan.

Baca Juga: Viral Pemotor Tabrak Lari Petugas Kebersihan di Deltamas Bekasi

Bukan Sekadar Ganti Sopir, Tapi Butuh "Mesin Baru"

Menurut Gus Ibi, NU di abad kedua tidak bisa lagi dikelola dengan cara-cara lama yang sekadar pragmatis. Ia mengibaratkan NU sebagai kendaraan besar yang tengah mengarungi tantangan global.

"NU di abad kedua ini tidak cukup hanya dengan sopir yang piawai dan navigator yang paham peta global. Kita butuh 'mesin baru' serta pengemudi yang benar-benar memahami arah dan tujuan jam’iyah," tegas Gus Ibi.

Ia menekankan jika warga Nahdliyin hanya terjebak pada siapa sosoknya tanpa membedah apa visi yang dibawa, maka NU hanya akan mewariskan masalah baru di masa depan.

Kerinduan pada Dzuriyah Muasis dan Akar Pesantren

Salah satu poin krusial yang diangkat Gus Ibi adalah kerinduan agar PBNU kembali dipimpin oleh Dzuriyah Muasis (keturunan para pendiri NU).

Baca Juga: Pendirian Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang Banten Terkendala Lahan

Baginya, ini bukan soal primordialisme, melainkan menjaga kesinambungan ruh perjuangan agar NU tidak tercerabut dari akar historisnya.

Gus Ibi menilai, pemimpin PBNU ke depan haruslah sosok kiai yang memiliki kedekatan nyata dengan denyut nadi pondok pesantren, termasuk peduli pada nasib TPQ dan Madrasah Diniyah (Madin).

"Penting untuk memastikan bahwa kebijakan PBNU tetap berpijak pada kepentingan umat dan tradisi keilmuan pesantren," tambahnya.

Cak Imin Figur yang Tepat di Mata Gus Milenial

Halaman:

Editor: Cesconrad Br. Ginmunt

Sumber: KanalBekasi.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X