Kamis, 4 Juni 2026

Polisi akan Panggil Rahmat Baequni Soal Ceramah Anggota KPPS Diracun

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Kamis, 20 Juni 2019 | 20:24 WIB
Ilustrasi - net
Ilustrasi - net

KanalBekasi.com - Ceramah Rahmat Baequni menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Meski sudah mengelak tidak menyebarkan isi ceramah tersebut, namun polisi telah bergerak mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran hukum Rahmat. Polda Jabar telah menerima pelimpahan berkas dari Mabes Polri terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong  Rahmat mengenai adanya anggota KPPS meninggal dunia karena diracun.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andika membenarkan bahwa terjadi pelimpahan kasus dari Mabes Polri ke Polda Jabar.

Baca Juga: Dokter Ungkap Penyebab Banyaknya Anggota KPPS Meninggal Dunia

“Sudah ada pelimpahan kasus tersebut dari Mabes Polri kepada Polda Jabar,” kata Wisnu, Kamis (20/6).

Namun begitu, Wisnu menambahkan bahwa pihaknya akan menunggu hasil pendalaman kasus tersebut dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus). Sebagaimana diketahui ceramah Rahmat Baequni soal anggota KPPS diracun ada di wilayah hukum Polda Jabar.

“Untuk pemanggilannya nanti kita tunggu perkembangan penyidik,” jelasnya

Seperti diketahui ceramah Ahmad Bauqeni yang tersebear luas di media sosial menjadi viral. Rahmat Bauqeni menyatakan banyaknya petugas KPPS yang meninggal akibat racun dirokoknya dan disebar di tiap TPS.

Dalam video yang beredar, Rahmat awalnya bertanya mengenai fenomena meninggalnya ratusan petugas KPPS dalam Pemilu 2019. Menurutnya, para petugas meninggal karena diracun setelah zat beracun ditemukan pada jasad mereka. Berikut ini isi video yang beredar tersebut:

Bapak ibu, boleh saya cerita bapak ibu? Seumur-umur Pemilu dilaksanakan, jujur, boleh saya jujur? Nggak apa-apa ya? Bapak-bapak ada yang sudah senior, nggak sebut sepuh karena berjiwa muda. Seumur-umur kita melaksanakan Pemilu, pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tidak ada ya? Tidak ada. Tapi kemarin, ada berapa petugas KPPS yang meninggal? 229 orang? Itu dari kalangan sipil, dari kepolisian berapa yang meninggal? Jadi total berapa? 390 orang meninggal. Sesuatu yang belum pernah terjadi dan ini tidak masuk di akal.

Bapak ibu sekalian, ada yang sudah mendapat informasi mengenai ini? Tapi ini nanti di-skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi? Semua yang meninggal ini, mengandung dalam cairan tubuhnya, mengandung zat yang sama, zat racun yang sama. Yang disebar dalam setiap rokok, disebar ke TPS. Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari.

Tujuannya apa? agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS.

Nama Rahmat Baequni akhir-akhir ini menjadi perbincangan setelah ia mengatakan Masjid Al-Safar di KM 88 Tol Cipularang seperti simbol dajjal. Ia menyebut simbol Dajjal karena bentuk segitiga dan lingkaran (mata satu) yang merupakan simbol iluminati atau Dajjal.

Menghindari polemik di masyarakat, akhirnya MUI Jabar menginisiasi pertemuan antara sang arsitek Ridwan Kamil (emil) dan Rahmat Baequni dalam forum diskusi. Dalam diskusi tersebut Emil minta disamaratakan perihal masjid-masjid yang memiliki simbol serupa seperti Masjid Nabawi, Masjid Trans Studio Bandung dan Masjid Raya Jakarta.(sgr)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X