Kamis, 4 Juni 2026

Strategi Baru Teroris JI, Masuk Parpol hingga Ikut Pergerakan

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Selasa, 16 Juli 2019 | 10:28 WIB
Penggerebekan teroris.(ilustrasi)
Penggerebekan teroris.(ilustrasi)

KanalBekasi.com - Polri terus memantau pergerakan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan kelompok teroris JI kini memiliki strategi baru dalam memaparkan pahamnya.

Kepolisian menyebut JI melakukan pendekatan ke partai politik (parpol) hingga kaum intelektual. Kelompok JI dan Jamaah Ansaruth Daulah (JAD) disinyalir mempunyai cara berbeda dalam melakukan pergerakan.

Baca Juga: Teroris JAD Bekasi Paling Terlatih, Berencana Serang Pos Polisi Jati Asih

“Itu (pendekatan ke parpol) bagian dari pada new strategy-nya mereka. Mereka sudah mendesain pola-pola pergerakannya seperti itu. Bukan hanya parpol, dia sudah menggunakan pendekatan-pendekatan kepada semua lapisan masyarakat baik mulai lapisan masyarakat kelas bawah, kemudian para intelektual dan sebagainya,” jelas Dedi, Selasa (16/7)

Karo Penmas menjelaskan JI tak ingin mencontoh pola-pola kekerasan yang dilakukan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang sifatnya sporadis seperti bom bunuh diri. Ia juga menilai bahwa JI memiliki pengalaman lebih dalam penyebaran pahamnya dibandingkan JAD.

“Mereka tidak mau mengikuti pola-polanya JAD. Kalau pola-polanya JAD itu kan dia melakukan serangan-serangan aksi terorisme,” tambahnya

Sifat sporadis, lanjut Dedi, adalah cirikhas dari kelompok JAD. Si bomber melakukan aksi serangan bom yang sifatnya terstruktur maupun serangan-serangan lainnya. Kalau JI sekarang  jauh lebih berpengalaman dibanding JAD

Sejak pimpinan JI, Para Wijayanto, ditangkap Densus 88 Antiteror, JI memiliki konsep berfikir yang komprehensif dan tidak konvensional. Hal tersebut tidak terlepas dari sosok Para Wijayanto yang seorang insinyur dari universitas ternama yang memiliki latar belakang intelektual cukup tinggi.

“Pimpinan JI itu seorang yang memiliki tingkat kecerdasan yang cukup tinggi. Dia seorang insinyur, dia seorang lulusan dari universitas ternama di Jawa, artinya konsep berpikirnya sudah yang komprehensif. Dia nggak mau lagi konsep berpikirnya kembali pada konsep berpikir yang konvensional,” jelasnya.

Sebagai informasi, Para Wijayanto bersama istri ditangkap di Hotel Adaya, Jalan Kranggan, Jati Sampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada (29/6) lalu. Polisi menyebut Para Wijayanto sebagai amir atau pimpinan JI.

Para Wijayanto, pada 2000-an, merupakan orang kepercayaan di JI kala itu. Dia memiliki kemampuan intelijen dan anggotanya mampu merakit bom bahkan mengoperasikan roket.

Ia juga memiliki usaha perkebunan untuk menunjang kegiatan JI. Para pimpinan JI dan orang-orang kepercayaannya diberi gaji Rp 10 sampai 15 juta perbulan. (sgr)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X