Kamis, 4 Juni 2026

Teroris JI Berencana Siapkan Teror Saat Perayaan 17 Agustus

Photo Author
Administrator, KanalBekasi.com
- Kamis, 25 Juli 2019 | 11:55 WIB
Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo
Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

KanalBekasi.com - Pihak Mabes Polri menyebutkan bahwa kelompok jaringan teroris Jemaah Islamiyah (JI) wilayah Jawa Barat sedang menyiapkan aksi teror bom ketika perayaan 17 Agustus.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat(Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, kelompok JI saat ini tengah mencari orang yang dapat melakukan pengeboman setiap saat.

Baca Juga: Teroris JI Susun Kekuatan dari Bekasi, Jabar Jadi Basis Terkuat

Aksi yang direncanakan tidak hanya pada saat perayaan hari ulang tahun (HUT) 17 Agustus Indonesia ke-74 saja.

“Setiap bulan mereka melihat ada momentum, setiap ada kesempatan akan melakukan aksinya, itu yang betul-betul dicegah,” kata Dedi, Kamis (25/7)

Polri menjelaskan, kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) paling banyak tinggal di Jawa Barat (Jabar). Mereka menyebarkan paham radikal melalui kelompok pengajian.

Pimpinan JI, Para Widjayanto sebagai amir atau pimpinan ditangkap di akhir bulan Juni lalu bersama istrinya saat berada di Hotel Adaya, Jalan Kranggan, Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.

Dedi menjelaskan Para Widjayanto bersama organisasinya tersebut memiliki pengaruh kuat, khususnya di wilayah Jawa Barat. Pengaruh pimpinan tersebut sangat besar kepada masyarakat di provinsi tersebut.

“Dari analisis dan data yang kami dapatkan, sementara ini memang paling kuat pengaruhnya di Jawa Barat. Sangat besar dan signifikan pengaruh jaringan ini,” jelasnya,

JI berusaha untuk terus menyebarkan pengaruhnya ke wilayah lain. Sebelum tertangkap di Bekasi Para mengkordinasikan semua kegiatan kelompoknya diberbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Secara masif kelompoknya menyebarluaskan faham khilafah .

Dedi menegaskan antisipasi Kepolisian terus dilakukan tidak hanya di Pulau Jawa saja, karena Pulau Sumatera ternyata juga menjadi target mereka dalam penyebarannya.

Secara intensif satgas melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang mempunyai potensi penyebaran paham-paham radikalisme untuk memperkuat jaringan terduga teroris itu.

“Mapping dan profeling sudah dilakukan, tinggal menunggu waktu penegakkan hukum akan ditegakkan,” tegas Dedi.

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X