KanalBekasi.com - Jelang Natal dan Tahun baru 2021, jajaran Polres Metro Bekasi Kota bersama tiga pilar telah melaksanakan gelar pasukan Operasi Lilin dan Tahun Baru di halaman Mapolres Metro Bekasi Kota pada Senin (21/12).
Apel diikuti oleh Kodim 0507/Bekasi, Yon Armed 202 Tajimalela, Sub Denpom 2 Kota Bekasi, Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Satpol PP kota Bekasi, Pramuka serta jajaran Polres Metro Bekasi Kota. Apel dipimpin oleh Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal. Dalan kegiatan itu juga ditandai dengan penyematan pita merah kepada petugas oleh Wakapolres
Sesuai amanat Kapolri gelar pasukan tersebut dalam rangka mengecek kesiapan akhir menjelang Operasi Lilin 2020 dan Tahun Baru 2021.
Baca Juga: Syarat Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru di Lima Provinsi Ini Diperketat
“Kesiapan personil maupun sarana prasarana serta keterlibatan unsur lain seperti TNI, Pemda dan unsur mitra Kamtibmas lainnya,” kata Selasa (22/12).
Operasi Lilin jaya 2020 akan digelar selama 15 hari yaitu mulai dari tanggal 21 Desember hingga 4 Januari 2021. Titik yang diduga akan menjadi lokasi perayaan malam tahun baru ialah jembatan Summarecon Bekasi, Bunderan Komsen Jatiasih, Alun-alun Kota Bekasi, Mega Mall Bekasi, BTC, jalan Raya Utama Dukuh Zamrud, Blue Plaza, kawasan Grand Kemala Lagoon, Harapan Indah dan Kawasan Galaxi, Jakasetia.
“Perayaan natal dan tahun baru oleh masyarakat secara universal dirayakan baik melalui kegiatan ibadah, tempat -tempat wisata dan pusat keramaian yang akan meningkatkan aktifitas di tempat-tempat tertentu. Peningkatan aktifitas ini tentunya berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, lalu lintas dan pelanggaran protokol kesehatan,” tambahnya.
Polri bersama petugas gabungan lainnya akan bertindak secara preventif dan humanis dalam mengamankan jalannya proses pergantian tahun baru dan natal. Selain itu, masih pada masa pandemi Covid-19, cara bertindak juga tetap mengedepankan protokol kesehatan agar dapat mengurangi penyebaran wabah global tersebut.
“Berdasarkan mapping kerawanan yang sudah dilakukan, ada sejumlah gangguan Kamtibmas yang harus kita antisipasi,” tambahnya.
Potensi gangguan Kamtibmas ialah ancaman terorisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, miras, antisipasi aksi pengrusakan fasilitas umum, curhat, curas dan curamnor serta ancaman bencana alam.
“Untuk itu saya harapkan seluruh Kasatwil dapat menentukan langkah antisipasi yang pro aktif, aplikatif serta cara bertindak yang cepat efektif dan efisien dalam mengatasi gangguan sesuai dengan karakteristik kerawanan pada masing-masing daerah,” pungkasnya.
Setidaknya 1.528 personil gabungan diterjunkan dalam pengamanan jelang Natal dan malam tahun baru 2021. Beberapa titik yang dianggap rawan menjadi prioritas. Polres Metro Bekasi Kota sendiri menerjunkan 939 personilnya untuk mengamankan perayaan natal dan tahun baru.
Sekedar diketahui, Polri menerjunkan 83.939 personil, 15.842 TNI serta 55.086 personil lainnya. Seluruh personil tersebut akan ditempatkan di 1.607 pos pengamanan yang berpotensi mengalami gangguan Kamtibmas serta 675 pos pelayanan di pusat keramaian seperti terminal, bandara, pelabuhan serta tempat keramaian lainnya.